kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   0,00   0,00%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Peringatan Sillicon Valley kepada Obama


Kamis, 19 Desember 2013 / 12:55 WIB
ILUSTRASI. Penjualan ponsel Vivo di ITC Roxy Mas, Jakarta, Selasa (21/7/2020). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Bloomberg | Editor: Dessy Rosalina

WASHINGTON. Skandal penyadapan National Security Agency (NSA) terhadap warga dunia masih berbuntut panjang. Kabar terbaru, sejumlah petinggi Sillicon Valley bertemu Barack Obama, Presiden Amerika Serikat (AS) di Gedung Putih.

Terlihat 15 petinggi raksasa teknologi AS menghadiri rapat tertutup dengan Obama. Menu utama perbincangan adalah desakan petinggi Sillicon Valley, agar Obama merevisi aturan main NSA.

Marissa Mayer, CEO Yahoo Inc, mengingatkan Obama terhadap potensi serangan balik dari sejumlah negara atas dasar balas dendam terhadap aksi penyadapan AS.

"Mayer mengingatkan Obama bahwa regulasi penyadapan di tiap negara berbeda bisa mengancam industri internet AS," bisik salah satu petinggi yang menghadiri pertemuan tersebut kepada Bloomberg, Rabu (18/12).

Selain Mayer, ada petinggi dari Apple Inc, Facebook Inc, dan Google Inc. NSA terbukti memanfaatkan data perusahaan internet untuk menyadap.




TERBARU

[X]
×