kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Peritel asing seperti Starbuck kini boleh investasi di India


Rabu, 11 Januari 2012 / 11:04 WIB
ILUSTRASI. Sepeda lipat Pacific Noris Transformers


Reporter: Asnil Bambani Amri, | Editor: Asnil Amri

NEW DELHI. Tertarik buka toko ritel di India? jika tertarik, tak ada salahnya mencoba. Sebab, kabinet India sudah membuka diri dari kucuran modal asing yang tertarik berbisnis ritel di negaranya.

Bisnis ritel yang dibuka itu bisa dalam bentuk bisnis cafe dan restoran, seperti Starbucks atau pun bisnis ritel berupa perlengkapan rumah tangga seperti Ikea.

Sebelumnya, investasi asing untuk sektor ritel dibatasi dengan kepemilikan saham 51%. Namun kali ini, investasi ritel tersebut dibuka lebih luas tetapi tidak bisa bebas begitu saja. Sebab, kabinet India memberi persyaratan operasi untuk menyerap produk industri kecil dalam negeri India sebesar 30%.

"Kebijakan ini memiliki potensi yang jelas dan bisa mengangkat perekonomian," kata Rajan Bharti Mittal, managing director Bharti Enterprises mitra dari Wal-Mart.

Sebelumnya, India sudah membuka sektor ritel kelas supermarket seperti Wal-Mart dan Carrefour hadir di India. Namun kehadiran supermarket raksasa tersebut mendatangkan protes dari rakyat India.




TERBARU

[X]
×