kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Peritel asing seperti Starbuck kini boleh investasi di India


Rabu, 11 Januari 2012 / 11:04 WIB
ILUSTRASI. Sepeda lipat Pacific Noris Transformers


Reporter: Asnil Bambani Amri, | Editor: Asnil Amri

NEW DELHI. Tertarik buka toko ritel di India? jika tertarik, tak ada salahnya mencoba. Sebab, kabinet India sudah membuka diri dari kucuran modal asing yang tertarik berbisnis ritel di negaranya.

Bisnis ritel yang dibuka itu bisa dalam bentuk bisnis cafe dan restoran, seperti Starbucks atau pun bisnis ritel berupa perlengkapan rumah tangga seperti Ikea.

Sebelumnya, investasi asing untuk sektor ritel dibatasi dengan kepemilikan saham 51%. Namun kali ini, investasi ritel tersebut dibuka lebih luas tetapi tidak bisa bebas begitu saja. Sebab, kabinet India memberi persyaratan operasi untuk menyerap produk industri kecil dalam negeri India sebesar 30%.

"Kebijakan ini memiliki potensi yang jelas dan bisa mengangkat perekonomian," kata Rajan Bharti Mittal, managing director Bharti Enterprises mitra dari Wal-Mart.

Sebelumnya, India sudah membuka sektor ritel kelas supermarket seperti Wal-Mart dan Carrefour hadir di India. Namun kehadiran supermarket raksasa tersebut mendatangkan protes dari rakyat India.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×