kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Perjanjian TPP yang baru akan segera diteken tanpa AS


Kamis, 08 Maret 2018 / 23:09 WIB

Perjanjian TPP yang baru akan segera diteken tanpa AS
ILUSTRASI. Ilustrasi Opini - Masa Depan Trans Pacific Partnership

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pakta baru dari Trans Pacifik Partnership (TPP) telah siap dan akan segera ditandatangani tanpa salah satu anggota pendirinya, yakni Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan baru ini akan ditandatangi di ibu kota Chile, Santiago hari ini, Kamis (8/3). Tujuan pakta baru ini  untuk membendung pengaruh China yang terus menguat di wilayah Asia Pacific. Dengan adanya standar internasional yang jelas di wilayah ini diharapkan dominasi China bisa terbendung.

Mengutip Wall Street Journal, pakta baru ini utamanya akan menghilangkan sebagian besar tarif di antara 11 anggota dan berisi juga terkait peraturan mengenai kekayaan intelektual, tenaga kerja dan lingkungan.

Beberapa peraturan ini diharapkan mampu memodernisasi perekonomian beberapa negara anggota TPP, seperti Vietnam. 
Selain itu, perjanjian TPP juga akan membuka pasar pertanian Jepang yang tadinya tertutup. Artinya, produk-produk pertanian dan peternakan dari Kanada atau Australia nantinya bisa masuk ke Jepang. 

Sebelumnya, Jepang tergolong sangat protektif terhadap industri pertanian dan peternakannya.

"Masih berdirinya TPP bahkan setelah AS keluar adalah bukti bahwa kami, para anggota, masih percaya dan berkomitmen mendukung perdagangan bebas," ungkap Wakil Menteri Keuangan Mexico, Juan Carlos Baker, dikutip dari Wall Street Journal.

Segera ditandatanganinya pakta baru ini diharapkan juga mampu membujuk Trump untuk menunda rencana pengenaan tarif impor baja dan aluminum.

AS untuk saat ini masih bergulat dengan perundingan pakta perdagangan Amerika Utara atau North America Trade Area (NAFTA) yang masih berlangsung.


Reporter: Agung Jatmiko
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×