Pertumbuhan ekonomi Australia diperkirakan melambat di kuartal II-2021

Senin, 30 Agustus 2021 | 11:28 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Pertumbuhan ekonomi Australia diperkirakan melambat di kuartal II-2021

ILUSTRASI. Pertumbuhan ekonomi Australia di kuartal II-2021 diproyeksi kembali melambat


KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Pertumbuhan ekonomi Australia diperkirakan sudah melambat sebelum pembatasan virus corona skala luas yang menutup sebagian besar bisnis dan pekerjaan di negara itu diberlakukan. 

Bahkan ada peluang ekonomi Australia sudah dalam resesi jika data produk domestik bruto (PDB) yang dirilis Rabu (1/9) sesuai dengan perkiraan pasar. Hasil survei memproyeksi, rata-rata memperkirakan pertumbuhan ekonomi Australia hanya 0,5% pada kuartal II-2021. 

Namun, dari hasil survei terlihat bahwa proyeksi dari analis terkait pertumbuhan ekonomi di periode April-Juni 2021 berada dalam kisaran yang cukup lebar, yakni dalam rentang kontraksi 0,1% hingga tumbuh 1,2%. 

Dengan rata-rata proyeksi itu, maka pertumbuhan ekonomi Australia di kuartal kedua bakal melanjutkan penurunan dari pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021 yang sebesar 1,8%. Padahal ekonomi di periode Januari-Maret 2021 itu sudah turun dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020 yang sebesar 3,2%. 

"Untuk sebagian besar kuartal kedua, ekonomi Australia berjalan dengan baik. Tetapi kemudian varian Delta tiba. Untuk semua maksud dan tujuan, ekonomi Australia saat ini berada dalam resesi manufaktur saat kita mengalami guncangan negatif besar lainnya," kata Head of Australian Economics CBA Gareth Aird seperti dikutip dari Reuters, Senin (30/8).

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Australia rekor lagi, debat pembukaan kembali memanas

Sementara itu, belanja konsumen dan investasi bisnis cenderung solid pada kuartal tersebut karena didorong oleh banjir impor dan penurunan persediaan daripada peningkatan produksi sehingga memangkas PDB secara keseluruhan.

"Sementara hasil PDB di kuartal dua diperkirakan bisa datar atau justru negatif, namun ekonomi di kuartal ketiga jauh akan mengalami kontraksi tajam yang kami perkirakan sekitar 3% secara kuartalan," kata Chief Economist NAB Alan Oster.

Kapan penguncian akan berakhir dan seberapa cepat aktivitas pulih setelahnya menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi di Australia. Negara bagian Victoria telah mengisyaratkan pembatasan akan diperpanjang melewati minggu ini.

Sementara di negara bagian New South Wales juga berencana untuk tetap melakukan lockdown sepanjang September dan kemungkinan hingga Oktober lantaran menjadi pusat penyebaran varian Delta.

Penutupan tersebut lebih lama dari yang diperkirakan oleh Reserve Bank of Australia (RBA), yang memperkirakan ekonomi akan menyusut hanya 1% pada kuartal ini.

Bank sentral mungkin memutuskan untuk tidak memangkas pembelian obligasi seperti yang direncanakan pada bulan September, tetapi dengan suku bunga yang sudah berada di posisi terendah sepanjang masa 0,1%, tidak banyak yang bisa dilakukan.

Pemerintah konservatif Perdana Menteri Scott Morrison juga telah meningkatkan miliaran pembayaran bencana kepada bisnis dan pekerja, meskipun dengan biaya pinjaman yang lebih banyak.

 

Selanjutnya: Selandia Baru laporkan kematian pertama terkait vaksin Covid-19 Pfizer

 

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru