Perusahaan milik Bill Gates berencana akuisisi Signature Aviation

Jumat, 18 Desember 2020 | 14:34 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Perusahaan milik Bill Gates berencana akuisisi Signature Aviation

ILUSTRASI. ticker saham Blackstone Group. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Blackstone tengah melakukan penjajakan untuk membeli Signature Aviation, operator pangkalan jet pribadi terkemuka dunia senilai US$ 4,3 miliar. Sebelumnya, Signature sempat menolak tawaran lebih rendah dari Global Infrastructure Partners (GIP).

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (18/12), perusahaan milik Bill Gates itu menawar dengan harga US$ 5,17 per saham yang mewakili 43% dari harga penutupan Rabu lalu. Kedua pembeli itu memiliki waktu 28 hari untuk mengeluarkan proposal resmi atau menarik diri, kata perusahaan asal Inggris itu dalam pengajuannya di bursa efek London, Kamis (17/12). 

Bisnis pesawat pribadi memiliki kinerja yang lebih baik daripada maskapai komersial selama pandemi virus corona tahun ini. Mengingat, bisnis ini membidik pelanggan premium yang ingin terus terbang sambil mengurangi kontak fisik dengan orang lain. 

Baca Juga: China akan vaksinasi 50 juta orang sebelum perayaan Tahun Baru Imlek

Signature telah berkembang melalui serangkaian akuisisi termasuk dari saingannya, Landmark Aviation, yang dibeli seharga US$ 2,1 miliar dari Carlyle Group LP pada tahun 2016, dan Epic Fuels, berharga US$ 88 juta pada tahun 2018.

Mengutip Financial Times, Jumat (18/12) saham Signature melonjak lebih dari 40 persen menjadi £ 3,75 menyusul berita tentang rencana pembelian dari Blackstone. Sebelum pengumuman, saham Signature telah turun 15% sejak awal tahun menjadi 2,68 pound.

Tidak ada kepastian bahwa kesepakatan akan terjadi, kata perusahaan itu. Blackstone menolak berkomentar dan GIP tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Signature, sebelumnya dikenal sebagai BBA Aviation, menelusuri sejarahnya ke sebuah perusahaan industri kecil yang dibentuk pada akhir abad ke-19 di Skotlandia. Efisien dilakukan dengan fokus pada pasar penerbangan dan selama 15 tahun terakhir telah terkonsentrasi hanya pada industri jet pribadi yang berkembang pesat. 

Baca Juga: WHO selidiki asal usul virus corona ke China, warga Wuhan: Kami tidak takut

Perusahaan tahun lalu mengatakan akan berkonsentrasi pada bisnis penanganan darat menyusul penjualan divisi yang melayani pesawat tua kepada grup ekuitas swasta CVC Capital Partners seharga US$ 1,37 miliar. Perusahaan juga sudah menjajaki bisnis reparasi mesin tahun lalu, meski belum menemukan pembeli.

Selanjutnya: Soal Covid-19, Raja Swedia: Kami mengalami banyak kematian dan itu mengerikan

 

Editor: Tendi Mahadi
Tag

Terbaru