kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pesan Akhir Tahun Xi Jinping: Reunifikasi dengan Taiwan Tak Bisa Dihindari


Senin, 01 Januari 2024 / 08:35 WIB
Pesan Akhir Tahun Xi Jinping: Reunifikasi dengan Taiwan Tak Bisa Dihindari
ILUSTRASI. Xi Jinping menegaskan reunifikasi China dengan Taiwan tidak dapat dihindari. MARK R. CRISTINO/Pool via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Reunifikasi China dengan Taiwan tidak dapat dihindari. Demikian pernyataan Presiden China Xi Jinping dalam pidato Tahun Barunya pada hari Minggu (31/12/2023). 

Pernyataan ini disampaikan dengan nada yang lebih kuat dibandingkan tahun lalu dengan waktu kurang dari dua minggu sebelum pulau yang diklaim China tersebut memilih pemimpin baru.

Mengutip Reuters, pemilihan presiden dan parlemen di Taiwan pada 13 Januari mendatang, berlangsung di saat hubungan antara Beijing dan Taipei sedang tegang. China telah meningkatkan tekanan militer untuk menegaskan klaim kedaulatannya atas Taiwan yang diperintah secara demokratis.

China menganggap Taiwan sebagai “wilayah sucinya” dan tidak pernah menolak penggunaan kekuatan untuk menjadikan Taiwan berada di bawah kendali China, meskipun Xi tidak menyebutkan ancaman militer dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pemerintah.

“Reunifikasi tanah air adalah keniscayaan sejarah,” kata Xi, meskipun terjemahan resmi pernyataannya dalam bahasa Inggris yang diterbitkan oleh kantor berita Xinhua menggunakan frasa yang lebih sederhana.

Baca Juga: Xi Jinping: Ekonomi China Lebih Tangguh dan Dinamis pada Tahun 2023

Dia menambahkan, China pasti akan bersatu kembali.

“Rekan senegara di kedua sisi Selat Taiwan harus terikat oleh tujuan yang sama dan berbagi dalam kejayaan kebangkitan bangsa China,” tambahnya. 

Tahun lalu, Xi hanya mengatakan bahwa orang-orang di kedua sisi selat adalah anggota dari satu keluarga yang sama dan bahwa ia berharap orang-orang di kedua sisi akan bekerja sama untuk mendorong kemakmuran jangka panjang bagi bangsa China.

China memberikan pengecualian khusus terhadap Wakil Presiden saat ini, Lai Ching-te, calon presiden dari Partai Demokrat (DPP) yang berkuasa di Taiwan, dengan mengatakan bahwa ia adalah seorang separatis yang berbahaya.

Menanggapi komentar Lai pada debat presiden yang disiarkan langsung di televisi pada hari Sabtu malam, Kantor Urusan Taiwan China mengatakan Lai telah memperlihatkan wajah aslinya sebagai pekerja untuk kemerdekaan Taiwan yang keras kepala dan perusak perdamaian di Selat Taiwan.

“Kata-katanya penuh dengan pemikiran konfrontatif,” kata juru bicara Chen Binhua dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Xi Blak-blakan ke Biden: Beijing akan Satukan Kembali Taiwan dengan China

Chen menambahkan, sejak tahun 2016 – ketika Presiden Tsai Ing-wen mulai menjabat – pemerintah yang dipimpin DPP telah mempromosikan separatisme dan merupakan dalang kriminal dalam menghalangi pertukaran di selat dan merusak kepentingan rakyat Taiwan.

“Sebagai tokoh pengurus DPP dan Ketua DPP saat ini, Lai Ching-te tidak bisa lepas dari tanggung jawabnya atas hal ini,” tambahnya.

Tsai dan Lai telah berulang kali menawarkan pembicaraan dengan China, namun ditolak.

DPP mengatakan hanya rakyat Taiwan yang bisa menentukan masa depan mereka, begitu pula lawan utama Lai dalam pemilu, Hou Yu-ih dari partai oposisi terbesar Taiwan, Kuomintang (KMT).

KMT secara tradisional mendukung hubungan dekat dengan China tetapi menyangkal keras bahwa mereka pro-Beijing. Hou juga mengecam Lai sebagai pendukung kemerdekaan.




TERBARU

[X]
×