kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.704.000   -3.000   -0,18%
  • USD/IDR 16.310   25,00   0,15%
  • IDX 6.803   14,96   0,22%
  • KOMPAS100 1.005   -3,16   -0,31%
  • LQ45 777   -4,08   -0,52%
  • ISSI 212   1,22   0,58%
  • IDX30 402   -2,62   -0,65%
  • IDXHIDIV20 484   -3,58   -0,73%
  • IDX80 114   -0,52   -0,46%
  • IDXV30 119   -0,94   -0,79%
  • IDXQ30 132   -0,40   -0,30%

Pesawat Delta Air Lines Terbalik Saat Mendarat di Bandara Toronto, 18 Orang Terluka


Selasa, 18 Februari 2025 / 08:08 WIB
Pesawat Delta Air Lines Terbalik Saat Mendarat di Bandara Toronto, 18 Orang Terluka
ILUSTRASI. Delta airplanes are seen at John F. Kennedy International Airport during the spread of the Omicron coronavirus variant in Queens, New York City, U.S., December 26, 2021. REUTERS/Jeenah Moon


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - TORONTO. Sebuah pesawat regional Delta Air Lines terbalik saat mendarat di Bandara Pearson Toronto, Kanada, pada hari Senin (17/2).

Setelah cuaca berangin menyusul badai salju, menyebabkan 18 dari 80 orang di dalamnya terluka, kata pejabat setempat.

Tiga orang dalam penerbangan yang berasal dari Bandara Internasional Minneapolis-St. Paul mengalami cedera kritis, termasuk seorang anak, tambah pihak berwenang.

Baca Juga: Angkatan Udara Taiwan Hentikan Semua Jet Latih Setelah Kecelakaan

Maskapai AS, Delta, menyatakan bahwa pesawat CRJ900 yang dioperasikan oleh anak perusahaannya, Endeavor Air, terlibat dalam kecelakaan tunggal dengan 76 penumpang dan empat kru di dalamnya.

Pesawat CRJ900 yang berusia 16 tahun tersebut dibuat oleh Bombardier, Kanada, dan menggunakan mesin dari GE Aerospace. Pesawat ini dapat menampung hingga 90 orang.

Pihak berwenang Kanada mengatakan mereka akan menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut, yang masih belum diketahui.

Penumpang John Nelson mengunggah video dari kejadian tersebut di Facebook, menunjukkan mobil pemadam kebakaran yang menyemprotkan air ke pesawat yang terbalik di atas landasan yang tertutup salju.

Dia kemudian mengatakan kepada CNN bahwa tidak ada tanda-tanda kejadian yang tidak biasa sebelum pesawat mendarat.

"Kami menyentuh tanah, dan kami berada dalam posisi miring, kemudian terbalik," ujar Nelson kepada CNN.

"Saya bisa melepas sabuk pengaman dan jatuh, mendorong diri saya ke bawah. Lalu beberapa orang ada yang tergantung dan membutuhkan bantuan untuk turun, sementara yang lainnya bisa turun sendiri," tambahnya.

Baca Juga: Pesawat Hilang di Alaska Ditemukan Jatuh, 10 Orang Diduga Tewas

Pihak Bandara Pearson sebelumnya mengatakan bahwa mereka sedang menangani angin kencang dan suhu yang sangat dingin saat maskapai berusaha mengejar ketertinggalan penerbangan setelah badai salju akhir pekan lalu yang mengakibatkan lebih dari 22 cm salju di bandara tersebut.

Pesawat Delta mendarat di Toronto pada pukul 14:13 waktu setempat (1913 GMT) setelah penerbangan selama 86 menit dan berhenti dekat persimpangan landasan pacu 23 dan landasan pacu 15, menurut situs pelacak penerbangan FlightRadar24.

"Pesawat terbalik dan terbakar," ujar seorang petugas darurat kepada menara pengontrol lalu lintas udara setelah seorang pengontrol mencatat bahwa beberapa penumpang berjalan di dekat pesawat yang jatuh, menurut rekaman kejadian yang diposting di liveatc.net.

Deborah Flint, Presiden Bandara Toronto, menyatakan bahwa tidak adanya korban jiwa sebagian besar berkat kerja keras petugas pertama yang berada di lokasi.

"Kami sangat bersyukur tidak ada korban jiwa dan hanya ada cedera ringan," ujar Flint dalam konferensi pers.

Michael J. McCormick, profesor asosiasi manajemen lalu lintas udara di Embry-Riddle Aeronautical University, mengatakan bahwa posisi pesawat yang terbalik membuat kecelakaan ini cukup unik.

"Tetapi kenyataan bahwa 80 orang selamat dari peristiwa seperti ini adalah bukti dari rekayasa dan teknologi, serta latar belakang regulasi yang ada untuk menciptakan sistem di mana seseorang dapat bertahan hidup dalam suatu peristiwa yang beberapa waktu lalu akan berakibat fatal," ujarnya.

Baca Juga: Kecelakaan Pesawat di Washington DC: Penyidik Menyelidiki Catatan Penerbangan

Penundaan Penerbangan

Semua 18 orang yang terluka adalah penumpang dan dibawa ke rumah sakit setempat, kata Delta dalam sebuah pernyataan.

Dua dari mereka yang terluka diterbangkan ke pusat trauma, dan seorang anak dibawa ke rumah sakit anak, kata Supervisor Lawrence Saindon dari Peel Regional Paramedic Services.

Bandara Toronto ditutup lebih dari dua jam sebelum keberangkatan dan kedatangan dapat dilanjutkan.

Hal ini menyebabkan penundaan di darat dan pengalihan penerbangan ke bandara lain termasuk Bandara Internasional Montreal-Trudeau, yang mengatakan sedang mempersiapkan penerimaan beberapa penerbangan yang dialihkan, yang kemungkinan akan menyebabkan penundaan lebih lanjut.

Flint mengatakan bahwa pada Senin malam, akan ada dampak operasional dan penundaan di Bandara Toronto dalam beberapa hari ke depan sementara dua landasan pacu tetap ditutup untuk penyelidikan.

Baca Juga: Petunjuk Baru Kecelakaan American Airlines dan Helikopter BlackHawk Mulai Terkuak

Badan Keselamatan Transportasi Kanada (TSB) mengatakan bahwa mereka akan mengirimkan tim penyelidik, dan Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) mengatakan tim penyelidiknya akan membantu penyelidikan TSB Kanada.

Mitsubishi Heavy Industries Jepang, yang menutup kesepakatan untuk membeli program pesawat CRJ dari Bombardier pada 2020, mengatakan bahwa mereka menyadari insiden tersebut dan akan sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan.

Kecelakaan ini terjadi setelah beberapa kecelakaan lainnya baru-baru ini di Amerika Utara. Sebuah helikopter militer bertabrakan dengan pesawat penumpang CRJ-700 di Washington, menewaskan 67 orang.

Sementara setidaknya tujuh orang tewas dalam kecelakaan pesawat transportasi medis di Philadelphia dan 10 orang tewas dalam kecelakaan pesawat penumpang di Alaska.

Selanjutnya: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 18 Februari 2025: Antam dan UBS Bergerak Fluktuatif

Menarik Dibaca: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 18 Februari 2025: Antam dan UBS Bergerak Fluktuatif



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×