Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Partai Konservatif berupaya menggambarkan Carney sebagai elit yang melanjutkan kebijakan Trudeau tentang pengeluaran pemerintah yang tinggi. Mereka juga mempertanyakan transparansi keuangan Carney, terutama terkait pengelolaan aset pribadinya dalam perwalian buta.
Carney sempat menunjukkan reaksi keras ketika ditanya mengenai perwalian tersebut, menuduh jurnalis yang bertanya memiliki niat buruk. Sikap tersebut dinilai dapat menjadi celah bagi Partai Konservatif untuk menyerang Carney selama kampanye.
Salah satu tantangan terbesar bagi Carney adalah memenangkan hati pemilih di Quebec, provinsi berbahasa Prancis. Dalam sebuah konferensi pers, ia mengalami kesulitan memahami pertanyaan dalam bahasa Prancis dan memberikan jawaban dalam bahasa Inggris.
Baca Juga: Mark Carney Tantang Donald Trump! PM Kanada Baru Bersumpah Menang dalam Perang Dagang
Sementara itu, pemimpin Partai Konservatif Pierre Poilievre dikenal fasih berbahasa Prancis dan telah berpengalaman dalam tujuh pemilu.
“Kita perlu mengutamakan kepentingan Kanada,” ujar Poilievre dalam konferensi pers peluncuran kampanyenya.
Ia menjanjikan kebijakan pemotongan pajak serta peningkatan produksi sumber daya untuk menarik investasi dan memperkuat ketahanan ekonomi Kanada dalam menghadapi Trump.
Laura Stephenson, profesor politik di Universitas Western, menilai bahwa kurangnya pengalaman Carney mungkin tidak menjadi faktor utama dalam pemilu kali ini. “Faktor Trump bisa memberikan kelonggaran bagi Carney, karena fokus pemilih lebih tertuju pada masa depan,” ujarnya.
Baca Juga: Siap Menghadapi Perang Tarif Trump, Inilah Sosok PM Kanada yang Baru
Jajak pendapat Angus Reid yang melibatkan 4.009 responden pekan lalu menunjukkan Partai Liberal memperoleh 42% dukungan, sementara Partai Konservatif 37%, dengan margin kesalahan sekitar 1,5%.