kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Potensi perang terbuka, pembom nuklir B-52 AS diluncurkan untuk memperingatkan Iran


Rabu, 20 Januari 2021 / 11:26 WIB
Potensi perang terbuka, pembom nuklir B-52 AS diluncurkan untuk memperingatkan Iran
ILUSTRASI. Kecemasan akan perang terbuka di Timur Tengah melonjak setelah pesawat pembom B-52 Stratofortress AS terbang melintasi wilayah tersebut. Air Force Command of Ukraine's Armed Forces/Handout via REUTERS


Sumber: Daily Mail | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kecemasan akan perang terbuka di Timur Tengah melonjak setelah pesawat pembom B-52 Stratofortress AS terbang melintasi wilayah itu sebagai peringatan yang jelas ke Iran.

Melansir Daily Mail, pesawat yang dapat membawa bom nuklir atau konvensional, memiliki jangkauan 8.000 mil. 

Menurut media lokal, B-52 terlihat terbang di atas wilayah udara Israel pada akhir pekan.

Mereka dapat membawa bom hingga 32.000 kilogram, termasuk senjata nuklir.

Pesawat itu sedang melakukan "patroli kehadiran" yang bertujuan menggambarkan kekuatan Amerika di wilayah tersebut.

Baca Juga: Termasuk Iran dan Korea Utara, Trump larang penggunaan drone buatan negara musuh

Menanggapi hal tersebut, Mohammad Jadif Zarif, menteri luar negeri Iran, menuliskan tweet peringatan yang menakutkan.

“Jika 'Patroli Kehadiran' B-52H Anda dimaksudkan untuk mengintimidasi atau memperingatkan Iran, Anda seharusnya menghabiskan US$ miliar itu untuk kesehatan pembayar pajak Anda," tulisnya yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: 2 Pesawat pengebom AS disebut menuju Teluk Persia

"Meskipun kami belum memulai perang selama lebih dari 200 tahun, kami tidak malu untuk menghancurkan penyerang,” tambahnya.

Selama tahap awal perang Iran-Irak 1980-1988, AS memberikan dukungan kepada Saddam Hussein di Irak yang dipandang sebagai benteng melawan ekstremisme agama di Iran.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×