kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.161   74,00   0,41%
  • IDX 5.931   6,48   0,11%
  • KOMPAS100 771   -0,03   0,00%
  • LQ45 589   -0,41   -0,07%
  • ISSI 205   1,12   0,55%
  • IDX30 333   -0,29   -0,09%
  • IDXHIDIV20 413   -0,43   -0,10%
  • IDX80 88   0,08   0,09%
  • IDXV30 112   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 107   -0,24   -0,23%

Praktik Korupsi dalam Program Wajib Militer Menjamur, Zelenskiy Geram


Minggu, 03 September 2023 / 10:00 WIB


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, pada hari Rabu (31/8) menyayangkan adanya praktik korupsi dan suap dalam program wajib militer negara. Modus tersebut digunakan banyak pihak agar bisa terhindar dari panggilan militer.

Zelenskiy mengatakan bahwa Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina telah menunjukkan data mengenai hasil medis palsu dari para warga yang berusaha mangkir dari wajib militer. Di saat yang sama, banyak juga warga yang menipu birokrasi agar bisa lari ke luar negeri.

"Ada contoh daerah di mana jumlah pengecualian dari dinas militer yang diakibatkan alasan medis meningkat sepuluh kali lipat sejak Februari tahun lalu. Sangat jelas keputusan macam apa yang diambil. Keputusan yang korup," kata Zelenskiy, dikutip Reuters.

Baca Juga: Drone Ukraina Menyerbu Rusia dalam Semalam, Pangkalan Udara Jadi Target

Lebih lanjut, Zelenskiy mengatakan bahwa penyelidikan telah mengungkap praktik korupsi di berbagai daerah dan oleh pejabat di berbagai posisi, yang melibatkan suap berkisar antara US$3.000 hingga US$15.000.

"Pengamatan terpisah diperlukan untuk menentukan jumlah orang yang melarikan diri ke luar negeri, sebagian besar berdasarkan keputusan komisi medis. Kita berbicara tentang setidaknya ribuan orang," lanjut Zelenskiy.

Masalah korupsi jadi perhatian lain Zelenskiy selama masa perang yang telah berlangsung 18 bulan.

Baca Juga: Zelenskiy Kecam Para Pejabatnya yang Lakukan Korupsi Selama Masa Perang

Bulan lalu, Zelenskiy memberikan peringatan keras terhadap tingginya kasus korupsi di masa perang, termasuk dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Kantor Rekrutmen Militer di Odesa, Yevhen Borysov.

Badan Nasional Pencegahan Korupsi Ukraina mengatakan bahwa Borysov dituduh memperoleh dana mencurigakan dan tanpa penjelasan yang nilainya setara dengan US$5 juta.

Bulan ini, Zelenskiy memecat semua kepala pusat perekrutan tentara regional Ukraina. 




TERBARU

[X]
×