kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Prancis ingatkan warganya di sejumlah negara agar hati-hati, termasuk di Indonesia


Rabu, 28 Oktober 2020 / 05:26 WIB
ILUSTRASI. Prancis memperingatkan warganya di beberapa negara mayoritas Muslim untuk mengambil tindakan pencegahan keamanan ekstra. REUTERS/Gonzalo Fuentes


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sementara itu, Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Senin meminta warganya untuk memboikot produk-produk Prancis dan menuduh Prancis melakukan agenda anti-Islam.

Seruan Turki sebelumnya untuk memboikot barang-barang asing telah gagal, tetapi Menteri Industri dan Teknologi Mustafa Varank pada hari Selasa mendesak pengusaha untuk menegakkan boikot tersebut. “Kita harus menunjukkan sikap yang kuat,” katanya.

Dalam unjuk rasa persatuan yang jarang terjadi, empat partai Turki, termasuk kelompok oposisi utama, mengeluarkan deklarasi bersama yang mengatakan Macron "sembrono" dalam mendorong kebebasan berekspresi, dan pendiriannya dapat memicu konflik yang berbahaya.

Baca Juga: Gencatan senjata Armenia-Azerbaijan resmi dimulai hari ini

Di Yordania, sekitar 50 pengunjuk rasa berkumpul di luar kedutaan Prancis yang dijaga ketat di ibu kota, Amman.

“Ini bukan kebebasan berbicara - ketika agama orang lain dilanggar. Ini adalah serangan yang jelas,” kata mantan anggota parlemen, Dima Tahboub, merujuk pada sikap yang diambil Paris dalam kartun tersebut.

Selanjutnya: Tantang AS, Erdogan: Apa pun sanksi yang mungkin diberikan ke Turki, jangan ditunda




TERBARU

[X]
×