kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Prancis siap investasikan Rp 8 triliun untuk proyek transisi energi di Indonesia


Kamis, 25 November 2021 / 14:00 WIB
Prancis siap investasikan Rp 8 triliun untuk proyek transisi energi di Indonesia
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam kunjungan bilateralnya ke Indonesia hari Rabu (24/11), Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, memastikan komitmennya untuk melakukan investasi untuk proyek-proyek transisi energi.

Le Drian mengatakan Prancis ingin menjadi perantara antara negara-negara Indo-Pasifik dan Eropa dalam banyak hal. Bagi Prancis, kerja sama strategis adalah salah satu prioritasnya untuk kepresidenan Uni Eropa.

"Inti dari komitmen ini adalah visi kami tentang Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, berdasarkan supremasi hukum, dan menghormati kedaulatan setiap negara," ungkap Le Drian dalam konferensi persnya di Jakarta, seperti dikutip Reuters.

Le Drian juga mengatakan Prancis telah setuju untuk melakukan investasi senilai 500 juta euro atau sekitar Rp 8 triliun di Indonesia dalam proyek-proyek transisi energi. Namun, sang menteri tidak menyampaikan rincian proyek yang ditargetkan.

Kunjungan pekan ini dilakukan Prancis untuk meningkatkan hubungan baiknya dengan negara-negara Asia setelah kehilangan kesepakatan strategis dengan Australia pada bulan September lalu.

Baca Juga: Bertemu Menlu Prancis, Jokowi minta negosiasi perjanjian IEU-CEPA dipercepat

Selain bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, Le Drian juga melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hari yang sama. 

Presiden Jokowi turut menyampaikan beberapa poin utama terkait hubungan kedua negara. Salah satunya adalah peningkatan komunikasi di tahun 2022, di mana Indonesia akan menjadi ketua G20 dan Prancis akan menjadi Presiden Uni Eropa.

Jokowi juga mengharapkan agar negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dengan Uni Eropa bisa dipercepat.

Mewakili rakyat Indonesia, Jokowi juga mengucapkan terima kasih atas bantuan vaksin Covid-19 dari Prancis yang jumlahnya akan mencapai 4,8 juta dosis.

Selanjutnya: MK putuskan pemerintah dan DPR harus perbaiki UU Cipta Kerja, tenggat waktu 2 tahun




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×