kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Presiden Jokowi Minta G7 dan G20 Kompak Atasi Krisis Pangan Global


Selasa, 28 Juni 2022 / 11:21 WIB
ILUSTRASI. Presiden RI Joko Widodo berbincang dengan Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela KTT G7 di Schloss Elmau, Jerman, Senin (27/06/2022)


Sumber: Sekretariat Kabinet RI | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Yang kedua adalah dengan melakukan komunikasi proaktif kepada publik dunia bahwa komoditas pangan dan pupuk dari Rusia tidak terkena sanksi.

"Komunikasi intensif ini perlu sekali dilakukan sehingga tidak terjadi keraguan yang berkepanjangan di publik internasional. Komunikasi intensif juga perlu dipertebal dengan komunikasi ke pihak terkait seperti bank, asuransi, perkapalan, dan lainnya," tambah Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut krisis beras global bisa mempengaruhi dua miliar manusia di dunia, terutama di negara berkembang, jika masalah pupuk tak kunjung diselesaikan.

Menutup pidatonya, Presiden Jokowi mengajak negara G7 dan G20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan. Ia juga mengundang para pemimpin G7 untuk menghadiri KTT G20 di Bali bulan November mendatang.

"Saya tunggu para pemimpin G7 untuk hadir dalam KTT G20. Sampai jumpa di Bali, 15-16 November 2022," pungkasnya.




TERBARU

[X]
×