kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Presiden Palestina Desak Hamas untuk Menyetujui Kesepakatan Gaza Secepatnya


Rabu, 14 Februari 2024 / 19:47 WIB
Presiden Palestina Desak Hamas untuk Menyetujui Kesepakatan Gaza Secepatnya
ILUSTRASI. Presiden Palestina Mahmud Abbas menekan kelompok militan Hamas untuk segera menyetujui kesepakatan Gaza. Alaa Badarneh/Pool via REUTERS


Sumber: Arab News | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - RAMALLAH. Presiden Palestina Mahmud Abbas menekan kelompok militan Hamas untuk segera menyetujui kesepakatan Gaza guna menghindari konsekuensi yang mengerikan, kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan.

“Kami menyerukan gerakan Hamas untuk segera menyelesaikan kesepakatan tahanan, untuk menyelamatkan rakyat Palestina dari bencana lainnya dengan konsekuensi yang mengerikan, yang tidak kalah berbahayanya dengan Nakba tahun 1948,” kata Abbas.

Otoritas Palestina pimpinan Abbas yang diakui secara internasional tidak terlibat dalam pembicaraan minggu ini yang diselenggarakan oleh Mesir, yang bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata antara Hamas dan Israel setelah lebih dari empat bulan perang.

Baca Juga: PBB: Serangan Israel ke Rafah Bisa Memicu Pembantaian

Berdiri di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, Otoritas Palestina secara luas dicemooh oleh warga Palestina yang gagal mewujudkan aspirasi mereka untuk menjadi negara sejak tahun 1948.

Amerika Serikat, mengatakan pihaknya mendukung pembentukan negara Palestina tetapi menginginkan perombakan kepemimpinan.

Menlu AS, Antony Blinken, mengatakan bulan lalu Abbas berkomitmen untuk mereformasi PA sehingga mereka dapat secara efektif mengambil tanggung jawab atas Gaza, sehingga Gaza dan Tepi Barat dapat bersatu kembali di bawah kepemimpinan Palestina.

Gaza memiliki pemerintahan terpisah yang dijalankan oleh Hamas sejak 2007 ketika loyalis Abbas diusir dari wilayah tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×