Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.102
  • SUN95,65 0,01%
  • EMAS671.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Presiden Turki Tayyip Erdogan menantang mereka yang bermain "games" ekonomi

Minggu, 19 Agustus 2018 / 05:46 WIB

Presiden Turki Tayyip Erdogan menantang mereka yang bermain
ILUSTRASI. Presiden Turki Tayyip Erdogan

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Sehari setelah dua lembaga pemeringkat utama menurunkan peringkat Turki lebih dekat ke status "junk" di tengah krisis mata uang, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan dia akan menantang mereka yang bermain "games" di ekonomi.

Baik lembaga pemeringkat Moody's dan Standard & Poor's memotong peringkat kredit pemerintah Turki lebih dalam ke wilayah "junk" pada akhir Jumat.


Standard & Poor's menyebutkan, volatilitas lira ekstrem dan meramalkan resesi tahun depan. Lembaga pemeringkat menurunkan rating satu tingkat ke B + dari BB- dan mempertahankan outlook Turki stabil dalam pergerakan yang terjadi setelah lira kehilangan sekitar 40% nilainya terhadap dolar tahun ini.

"Hari ini beberapa orang mencoba mengancam kami melalui ekonomi, melalui suku bunga, valuta asing, investasi, dan inflasi," kata Erdogan kepada kongres Partai AK yang berkuasa.

"Kami memberi tahu mereka: kami telah melihat permainan Anda, dan kami menantang Anda."

Lira telah jatuh karena investor resah tentang pengaruh Erdogan atas kebijakan moneter.

Penjualan yang berat dalam beberapa pekan terakhir telah menyebar ke mata uang pasar negara berkembang lain serta saham global, serta memperdalam kekhawatiran tentang ekonomi, khususnya ketergantungan Turki pada impor energi dan apakah utang mata uang asing menimbulkan risiko bagi bank.

Pada hari Jumat, lira melemah 3% setelah pengadilan Turki menolak seruan untuk membebaskan pendeta Amerika Serikat, mengundang teguran keras dari Presiden Donald Trump yang bilang Amerika Serikat tidak akan tinggal diam.

Kasus Andrew Brunson, seorang misionaris Kristen evangelis dari North Carolina yang telah tinggal di Turki selama dua dekade, telah menjadi titik pusat antara Washington dan Ankara dan mempercepat krisis mata uang yang melebar.

"Kami tidak dan tidak akan menyerah kepada mereka yang bertindak seperti mitra strategis tetapi menjadikan kami target strategis," kata Erdogan, merujuk ke Amerika Serikat.

Sumber : Reuters
Editor: Hasbi Maulana

Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0517 || diagnostic_web = 0.3630

Close [X]
×