kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Prospek bursa saham AS akan bergantung pada target perusahaan besar di 2020


Senin, 13 Januari 2020 / 19:18 WIB
Prospek bursa saham AS akan bergantung pada target perusahaan besar di 2020
ILUSTRASI. Suasana bursa saham New York. Prospek bursa saham AS akan bergantung pada target perusahaan besar di tahun 2020 ini. REUTERS/Bryan R Smith

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Prospek bursa saham Amerika Serikat (AS) tahun 2020 akan tergantung pada seberapa besar optimisme perusahaan-perusahaan besar di negeri tersebut bisa mencetak perbaikan kinerja tahun ini.

Perusahaan besar di AS saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menutup pembukuan tahun 2019 dengan pertumbuhan laba yang lesu. Jika perusahaan optimis dalam memasang target tahun ini maka itu bisa menjaga bursa saham AS akan terus bergerak naik.

Baca Juga: Permintaan iPhone di China meningkat di akhir tahun lalu

Wall Street melonjak ke rekor tertinggi pekan lalu, sebagian mencerminkan meningkatnya harapan untuk resolusi atas perang tarif antara Presiden AS Donald Trump dengan China.

Investor sangat ingin tahu apakah meredanya ketegangan kedua negara tersebut akan mendukung peningkatan perolehan laba-laba perusahaan setelah kenaikan indeks S&P 500 (SPX).

Indeks SPX berhasil meraup kenaikan sebesar 29% sepanjang 2019 meskipun laba perusahaan-perusahaan yenag tercatat di indeks ini tertekan pada tiga kuartal pertama tahun lalu. SPX adalah sebuah indeks yang terdiri dari saham 500 perusahaan dengan modal-besar.

Pendapatan perusahaan di indeks S&P 500 kuartal keempat diperkirakan telah turun 0,6% secara year on year (YoY). Itu akan menandai penurunan triwulan kedua berturut-turut, atau resesi laba, yang terakhir terjadi pada 2015-2016.

Baca Juga: Emas tergelincir 0,61% karena saham Asia melambung jelang kesepakatan AS-China

Namun, indeks ini kelihatannya akan naik sekitar 10% pada tahun 2020. Para ahli strategi mengatakan, pertumbuhan S&P 500 diperlukan untuk bisa tetap mempertahankan reli Wall Street.

"Jika prospek yang kita peroleh untuk 2020 serupa (dengan 2019), mungkin kita akan mencapai titik di mana investor memutuskan untuk mengambil jeda. Tapi kita akan membutuhkan beberapa perusahaan besar untuk mengindikasikan beberapa jenis perlambatan," kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Stamford seperti dikutip Reuters, Senin (13/1).




TERBARU

Close [X]
×