kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Putin: Rusia siap menahan diri untuk tidak menyebarkan rudal 9M729 di wilayah Eropa


Senin, 26 Oktober 2020 / 23:40 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, penarikan Amerika Serikat (AS) dari Perjanjian Kekuatan Nuklir Menengah (INF) adalah kesalahan serius yang memperburuk risiko perlombaan senjata rudal, pertumbuhan potensi konfrontasi, dan meluncur ke eskalasi yang tidak terkendali. 

"Mengingat ketegangan Rusia-NATO yang masih ada, ancaman baru terhadap keamanan pan-Eropa terlihat jelas," kata Putin, Senin (26/10), seperti dikutip kantor berita TASS.

Dalam situasi tersebut, menurut dia, butuh upaya yang gencar untuk meringankan kekurangan kepercayaan, memperkuat stabilitas regional dan global, serta mengurangi risiko yang bersumber dari kesalahpahaman dan perselisihan di bidang senjata misil.

Dalam konteks ini, "Kami menegaskan kembali komitmen terhadap moratorium Rusia yang diumumkan sebelumnya atas penyebaran rudal jarak menengah dan jarak pendek yang diluncurkan dari darat, selama tidak ada senjata rudal kelas serupa dari pabrikan AS yang muncul di wilayah masing-masing," ujar Putin.

Baca Juga: Redakan ketegangan, Rusia minta AS tidak kerahkan rudal di Eropa

"Kami juga percaya bahwa seruan kami yang ditujukan kepada negara-negara NATO untuk mempertimbangkan kemungkinan mendeklarasikan moratorium timbal balik tetap relevan," imbuhnya.

Harus ada langkah timbal balik 

Untuk mempromosikan pencarian solusi politik dan diplomatik yang berkompromi, Rusia siap untuk langkah-langkah lebih lanjut yang diarahkan untuk meminimalkan efek negatif setelah Perjanjian INF runtuh.

Pencarian solusi tersebut berdasarkan prinsip-prinsip keamanan yang setara dan tak terpisahkan serta penghormatan terhadap keseimbangan kepentingan.

"Melanjutkan dari proposal kami sebelumnya untuk merancang instrumen kontrol untuk mendukung inisiatif Rusia untuk moratorium timbal balik, kami mengundang semua pihak terkait untuk mempertimbangkan opsi tindakan verifikasi timbal balik untuk mencabut kekhawatiran yang ada," kata Putin.

Baca Juga: Tsirkon, rudal hipersonik Rusia yang sukses terbang 8 kali kecepatan suara




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×