kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Raja baru Thailand perkuat kontrolnya atas negara


Senin, 01 Mei 2017 / 15:00 WIB
Raja baru Thailand perkuat kontrolnya atas negara


Sumber: CNBC | Editor: Mesti Sinaga

Ketiga laki-laki tersebut - yang tetap dihormati di kalangan internasional-  telah banyak menulis tentang kegagalan monarki  menjalankan pemerintahan yang demokratis. Ketiganya juga menyerukan bahwa kerajaan perlu secara mendasar mereformasi kekuatannya.

Di antara topik tulisan mereka yang banyak mengundang perdebatan  adalah tentang Dewan Penasihat negara, sebuah badan penasehat yang dipilih sendiri oleh raja. Dewan ini mengawasi penunjukan militer dan peradilan utama untuk melindungi kepentingan kerajaan. 

Trio itu juga menyoroti kurangnya transparansi atas kekayaan keluarga kerajaan.  Crown Property Bureau,  yang mengelola investasi monarki, merupakan grup korporat terbesar di Thailand  dengan aset  US$ 37 miliar US$ 53 miliar. Namun,  biro ini tunduk pada kontrol raja.

Marshall, Jeamteerasakul dan Chachavalpong yang telah meninggalkan negara bertahun-tahun lalu, masih menghadapi  ancaman penangkapan jika mereka kembali  menyinggung praktik kerajaan Thailand.

Akibat larangan tersebut, Marshall dan Chachavalpong mengatakan kepada CNBC, media sosial mereka masing-masing meningkat tajam, namun mereka tetap memperhatikan keselamatan keluarga mereka di Thailand.

Masyarakat internasional telah lama mengecam Bangkok karena menangkap dan menahan warga di bawah tuduhan lian-majeste dan hasutan.

"Larangan baru-baru ini bahkan lebih berat dari biasanya dan mencerminkan ketidaknyamanan atas kritik terhadap raja," kata Christian Lewis, Asia associate di konsultan risiko politik Eurasia Group.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×