kontan.co.id
banner langganan top
Kamis, 3 April 2025 | : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Raja Malaysia Bakal Sambangi China, Hal Ini yang Jadi Incaran


Kamis, 19 September 2024 / 09:07 WIB
Raja Malaysia Bakal Sambangi China, Hal Ini yang Jadi Incaran
ILUSTRASI. Raja Malaysia Sultan Ibrahim akan mengunjungi China mulai hari ini, Kamis (19/9/2024). REUTERS/Lim Huey Teng


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Data yang dikumpulkan oleh lembaga pemikir American Enterprise Institute menunjukkan, pengembang China yang tengah berjuang itu hanya menginvestasikan dana senilai US$ 110 juta dari total US$ 26 miliar yang telah diarahkan perusahaan China ke Malaysia sejak 2010, yang sebagian besarnya berada di sektor logam, energi, dan transportasi.

Hubungan komersial kedua negara menjadi sorotan awal bulan ini ketika Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan China memiliki nota protes untuk menghentikan aktivitas eksplorasi minyak Malaysia di Laut China Selatan, tetapi menekankan kedua pihak terus berkomunikasi mengenai masalah tersebut.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan sebagai wilayahnya berdasarkan peta bersejarah, termasuk bagian dari zona ekonomi eksklusif Malaysia, Filipina, Brunei, Taiwan, dan Vietnam. 

Pengadilan arbitrase internasional pada tahun 2016 mengatakan klaim China tidak memiliki dasar hukum internasional, sebuah putusan yang tidak diakui Beijing.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×