Sumber: The Street | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Miliarder dan investor legendaris Ray Dalio menyampaikan pandangan tegas soal emas saat berbicara di World Governments Summit di Dubai.
Mengutip The Street, di tengah sentimen negatif setelah harga emas sempat terkoreksi, Dalio menegaskan bahwa emas masih merupakan “uang paling aman” (the safest money).
Ia juga memperingatkan bahwa sistem keuangan global semakin mendekati apa yang ia sebut sebagai “capital war”, yakni sebuah kondisi di mana uang dan modal itu sendiri berpotensi menjadi sumber konflik.
Dalam sebulan terakhir, aktivitas di pasar logam mulia sangat tinggi. Harga emas dan perak tetap menguat meski sempat mengalami koreksi tajam. Secara bulanan, harga emas masih naik hampir 8%.
Perlu dicatat, emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 5.608,35 per ons pada Januari. Meski kemudian tertekan oleh penguatan dolar AS akibat kebijakan The Fed, minat beli kembali muncul dan menopang harga.
Sebelumnya, Dalio juga menyampaikan pandangan serupa usai pertemuan di Davos. Saat itu, ia menilai alokasi 5% hingga 15% portofolio ke emas masuk akal, mengingat rapuhnya kondisi pasar global.
Baca Juga: Sentimen 'Extreme Fear' Bayangi Penurunan Bitcoin, Berisiko Anjlok ke US$ 38.000?
Di Dubai, Dalio kembali menegaskan pandangannya, sekaligus menepis anggapan bahwa emas mulai kehilangan relevansi.
Target Harga Emas Terbaru Wall Street
Dengan harga spot emas sekitar US$ 4.931 per ons per 5 Februari 2026, sejumlah bank besar Wall Street mematok target yang lebih tinggi:
- J.P. Morgan: US$ 6.300/ons (akhir 2026), potensi naik sekitar 27,8%
- Wells Fargo Investment Institute: US$ 6.100–US$ 6.300/ons (akhir 2026), potensi naik 23,7%–27,8%
- UBS: US$ 6.200/ons (sekitar 25,7% upside), atau US$ 5.900/ons pada akhir 2026
- Bank of America: US$ 6.000/ons (pada musim semi 2026), potensi naik 21,7%
- Goldman Sachs: US$ 5.400/ons (akhir 2026), potensi naik sekitar 9,5%
Mengapa Pandangan Dalio Soal Emas Dinilai Penting
Pandangan Dalio soal emas mendapat perhatian karena ia bukan sekadar komentator pasar. Ia adalah pendiri Bridgewater Associates, hedge fund makro global yang pernah menjadi yang terbesar di dunia, dengan aset kelolaan mencapai sekitar US$ 154 miliar pada puncaknya.
Setelah mundur dari posisi CEO pada 2017 dan menyerahkan kendali penuh pada 2022, Dalio kini lebih bebas menyampaikan pandangan tajamnya tentang siklus utang, mata uang, dan struktur sistem keuangan global.
Baca Juga: Mengejutkan! Indonesia 902 Kali Disebut Dokumen Epstein, Ada Apa?
Menurut Forbes, kekayaan bersih Dalio berada di kisaran US$ 15 miliar hingga US$ 16 miliar.













