CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Rapuh, ekonomi Italia hanya tumbuh 0,1% tahun depan


Jumat, 18 November 2011 / 10:15 WIB
ILUSTRASI. Promo Hypermart weekday 29-31 Desember 2020 menawarkan produk-produk segar kebutuhan rumah tangga. Karyawan dan pengunjung mengenakan masker saat berbelanja di gerai ritel modern Hypermart, Jakarta, Senin (1/6/2020). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Dyah Megasari,

ROMA. Italia masuk daftar pesakitan yang perlu mendapatkan penanganan khusus. Uni Eropa memprediksi, ekonomi Negeri Pizza itu hanya akan tumbuh 0,1% tahun depan. Estimasi ini lebih rendah dari prediksi pemerintah setempat yaitu 0,6%.

Perdana Menteri yang baru dipilih beberapa pekan lalu yaitu Mario Monti bakal memiliki setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan. Jika Monti terlalu lama menerbitkan kebijakan maka, peluang Italia jatuh ke jurang resesi lebih cepat.

"Masyarakat lebih memilih memegang dana kontan ketimbang membelanjakannya. Hal itu pasti mengancam perputaran roda ekonomi Italia," tutur Enrico Giovannini, presiden kantor statistik ISTAT.

Tingkat tabungan masyarakat saat ini hanya 10% atau lebih rendah dari tahun lalu yaitu 15%-16%. "Yang jelas, pertumbuhan ekonomi tahun depan akan lebih rendah," ujarnya.




TERBARU

[X]
×