Sumber: Yahoo News | Editor: Noverius Laoli
Emas dianggap aset safe haven karena tidak bisa dicetak seperti uang fiat dan nilainya tidak bergantung pada satu mata uang atau ekonomi tertentu. Dalio menyarankan, investor memegang 10%–15% portofolio mereka dalam bentuk emas.
Selain emas, investasi properti juga menjadi opsi menarik di tengah ketidakpastian ekonomi. Platform seperti Arrived memungkinkan investor membeli saham properti sewa atau properti liburan dengan modal mulai US$ 100, tanpa harus mengurus manajemen properti.
Properti berbasis kebutuhan pokok juga menawarkan stabilitas. First National Realty Partners (FNRP) menyediakan akses investasi properti komersial berkualitas bagi investor terakreditasi dengan modal minimum US$ 50.
Baca Juga: Ray Dalio: Emas Akan Jadi Aset Terkuat di Tengah Krisis Utang Global
FNRP bekerja sama dengan merek besar seperti Kroger, Walmart, dan Whole Foods, memberikan kesempatan investasi yang aman dan berpotensi menguntungkan.
Alternatif lain yang semakin populer adalah seni sebagai aset. Masterworks memungkinkan investor membeli saham fraksional karya seniman ternama seperti Banksy, Picasso, dan Jean-Michel Basquiat.
Aset seni ini dikenal sebagai “blue-chip” yang diperkirakan meningkat nilainya seiring waktu. Investor Masterworks mencatatkan imbal hasil tahunan neto antara +17,6% hingga +21,5% untuk aset yang dimiliki lebih dari satu tahun.
Baca Juga: Profil Ray Dalio: Pendiri Bridgewater Associates yang Percaya pada Investasi Emas
Dengan kondisi utang dan inflasi yang membebani, diversifikasi ke aset seperti emas, properti, dan seni bisa menjadi strategi penting bagi investor untuk melindungi portofolio dari risiko ekonomi.













