Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - PARIS. Perusahaan makanan asal Prancis, Danone, mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 2,7% pada kuartal pertama 2026. Angka ini sedikit melampaui ekspektasi analis, namun menunjukkan perlambatan signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya.
Total penjualan Danone pada periode tersebut mencapai € 6,708 miliar (sekitar US$ 7,88 miliar). Sebagai perbandingan, pada kuartal IV-2025, perusahaan masih mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 4,7%.
Perlambatan ini terutama dipicu oleh penarikan produk susu formula bayi di berbagai negara Eropa serta dampak konflik di Timur Tengah. Kedua faktor tersebut memberikan tekanan besar pada segmen nutrisi khusus, salah satu lini bisnis penting Danone.
Baca Juga: Inflasi Inggris Melonjak Menjadi 3,3%, Dampak Perang Iran Mulai Terasa
Penarikan produk susu formula bayi juga dialami oleh perusahaan lain seperti Nestle, menyusul kekhawatiran adanya kontaminasi racun cereulide. Kondisi ini membuat investor mencermati potensi dampak finansial maupun reputasi yang bisa timbul.
Danone, yang dikenal melalui berbagai produknya seperti Activia, Aptamil, dan Evian, menyatakan bahwa portofolio produknya yang berfokus pada kesehatan dan berbasis sains membantu perusahaan tetap bertahan di tengah kondisi pasar yang disebut volatile dan tidak pasti.
Meski menghadapi tantangan, Danone tetap mempertahankan proyeksi kinerja tahunan. Perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan tahunan sebesar 3%–5% secara organik, dengan pertumbuhan laba operasional yang diharapkan lebih cepat dibandingkan peningkatan penjualan.
Langkah ini menunjukkan optimisme Danone dalam menjaga stabilitas bisnis di tengah tekanan global yang terus berlanjut.













