kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

Kasus Recall Susu Formula Meluas, Saham Danone dan Nestle Langsung Anjlok


Senin, 26 Januari 2026 / 20:26 WIB
Kasus Recall Susu Formula Meluas, Saham Danone dan Nestle Langsung Anjlok
ILUSTRASI. Nestle (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham Danone dan Nestle melemah tajam pada perdagangan Senin (26/1/2026) setelah perusahaan Prancis, Vitagermine, memperluas penarikan (recall) produk susu formula bayi terkait kekhawatiran kontaminasi.

Kasus ini telah melibatkan setidaknya empat produsen dan berpotensi menimbulkan kerugian gabungan lebih dari US$ 1 miliar.

Perluasan recall dilakukan sebagai langkah pencegahan atas dugaan kontaminasi toksin cereulide, zat berbahaya yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus dan dapat menyebabkan mual serta muntah.

Baca Juga: Gugatan Trump US$5 Miliar Hantui JPMorgan, Bisnis Bank Terancam?

Produk susu formula bayi yang terdampak melibatkan tiga raksasa industri susu global, yakni Nestle, Danone, serta perusahaan tertutup Lactalis.

Saham Danone turun sekitar 4% ke level €64,8 per saham pada perdagangan tengah hari, posisi terendah sejak Januari 2025.

Sementara itu, saham Nestle terkoreksi 1,8% ke level terendah dalam empat bulan terakhir, memperpanjang penurunan hampir 10% sepanjang Januari setelah penarikan produk dilakukan di puluhan negara awal bulan ini.

Analis menilai kasus ini menunjukkan bagaimana satu bahan baku yang terkontaminasi dapat menyebar luas dalam industri nutrisi bayi yang sangat ketat regulasinya, memicu respons cepat dari otoritas dan menimbulkan gejolak pasar.

Otoritas Prancis saat ini tengah menyelidiki kemungkinan kaitan antara kematian dua bayi dengan produk susu formula yang ditarik.

Kementerian Pertanian Prancis menyatakan bahan bermasalah tersebut berasal dari China dan dipasarkan oleh sebuah perusahaan asal Belanda, meski tidak merinci nama perusahaan.

Baca Juga: Meta, TikTok, dan YouTube akan Diadili atas Tuduhan Picu Kecanduan Remaja

Otoritas Keamanan Pangan Irlandia sebelumnya mengungkapkan bahwa cereulide terdeteksi dalam minyak asam arakidonat yang diproduksi di China, bahan yang digunakan dalam susu formula bayi.

Dampak Finansial Berpotensi Besar

Menurut estimasi Barclays, dampak finansial bagi Nestle diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan Danone.

Dalam skenario terburuk, Danone berpotensi mengalami kerugian hingga €100 juta, sementara kerugian Nestle bisa mendekati 1 miliar franc Swiss.

Analis Bernstein mencatat, segmen susu formula bayi menyumbang sekitar 21% dari total pendapatan Danone, sedangkan bagi Nestle porsinya diperkirakan sekitar 5%.

Baca Juga: Korea Selatan Pulangkan 73 Terduga Pelaku Penipuan Online (Scam) dari Kamboja

Danone sebelumnya juga telah bekerja sama dengan regulator Singapura yang memblokir sejumlah produk susu formula terkait isu kontaminasi.

Pada Jumat lalu, Danone mengonfirmasi penarikan beberapa batch produk setelah otoritas Irlandia menyebutkan produk yang diproduksi di negara tersebut telah diekspor ke negara-negara Eropa lain.

Sementara itu, Vitagermine menyatakan telah menarik tiga batch spesifik produk susu formula bayi merek Babybio.

Selanjutnya: 170.000 Jemaah Haji Tahun Ini Berkategori Risiko Tinggi, Imbau Ikuti Arahan Petugas

Menarik Dibaca: Hujan Petir di Pagi Hari, Ini Prakiraan BMKG Cuaca Besok (27/1) di Jakarta




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×