Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Para perencana militer dari lebih dari 30 negara akan menggelar pembicaraan selama dua hari di London mulai Rabu (22/4/2026) untuk memajukan misi pembukaan kembali Selat Hormuz serta menyusun rencana rinci, kata pemerintah Inggris.
Mengutip Reuters, lebih dari puluhan negara pekan lalu menyatakan bersedia bergabung dalam misi internasional, yang dipimpin Inggris dan Prancis, untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz jika kondisi memungkinkan.
Komitmen tersebut muncul setelah sekitar 50 negara dari Eropa, Asia, dan Timur Tengah mengikuti konferensi video yang bertujuan mengirim sinyal kepada Washington, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia tidak membutuhkan bantuan sekutu.
Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan mengatakan pertemuan pada Rabu itu akan melanjutkan kemajuan yang telah dicapai dalam pembicaraan pekan lalu.
Baca Juga: Australia Minta Roblox dan Minecraft Jelaskan Langkah Perlindungan Anak
“Tugas kita hari ini dan besok adalah menerjemahkan konsensus diplomatik menjadi rencana bersama untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat tersebut dan mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan,” kata Menteri Pertahanan Inggris John Healey.
“Saya yakin, selama dua hari ke depan, kemajuan nyata dapat dicapai,” tambahnya.
Inggris mengatakan pembicaraan ini akan memajukan rencana militer untuk membuka kembali Selat Hormuz ketika kondisi memungkinkan, setelah adanya gencatan senjata yang berkelanjutan.
Tonton: AS Sergap Kapal Tanker Iran di Indo-Pasifik! Dunia Makin Panas?
Para peserta diperkirakan akan membahas kemampuan militer, pengaturan komando dan kendali, serta bagaimana pasukan dapat dikerahkan ke kawasan tersebut.













