Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Status Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di dunia berpotensi segera berakhir. Arab Saudi tengah menyiapkan proyek raksasa yang akan membangun menara setinggi dua kilometer, jauh melampaui tinggi Burj Khalifa di Dubai yang mencapai 828 meter.
Melansir TimeOut Dubai, proyek yang diberi nama Rise Tower ini direncanakan akan dibangun di Riyadh. Jika terealisasi, menara tersebut akan menjadi gedung tertinggi di dunia, sekaligus mencetak rekor baru dalam sejarah arsitektur global.
Selain Rise Tower, Arab Saudi juga menargetkan penyelesaian menara setinggi 1 kilometer di Jeddah. Proyek ini juga akan otomatis melampaui Burj Khalifa dalam daftar gedung tertinggi dunia.
Rise Tower Riyadh: Menara 2 Km
Rise Tower dirancang memiliki tinggi sekitar 2.000 meter dengan total 678 lantai. Di dalamnya akan terdapat:
- Hotel mewah
- Restoran kelas atas
- Dek observasi
- Perkantoran premium
Menara ini akan menjadi pusat dari megaproyek “kota masa depan” seluas sekitar 306 kilometer persegi, yang dikenal sebagai pengembangan kawasan North Pole di Riyadh.
Firma arsitektur global HKS telah memamerkan proposal desain untuk proyek yang didukung oleh Saudi Public Investment Fund (PIF) tersebut.
Baca Juga: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, Apa Dampaknya pada Perdagangan AS?
Meski rencana sudah dibahas sejak 2023, proyek ini masih berada pada tahap desain dan diperkirakan masih membutuhkan waktu cukup panjang sebelum benar-benar rampung.
Jeddah Tower: Proyek 1 Km yang Kembali Berjalan
Selain Riyadh, Arab Saudi juga menghidupkan kembali proyek Jeddah Economic Company Tower (sering disebut Jeddah Tower), yang ditargetkan memiliki tinggi minimal 1.000 meter.
Proyek ini telah tertunda selama lebih dari satu dekade dengan progres yang tersendat. Namun, miliarder Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal mengumumkan tahun lalu bahwa pembangunan kembali dilanjutkan.
Pada Januari 2026, Kingdom Holding Company secara resmi mengonfirmasi bahwa konstruksi kembali aktif. Hingga Desember 2025, menara ini telah melampaui lantai ke-80.
Jeddah Tower akan dilengkapi dengan:
- Hunian mewah
- Area komersial
- Hotel Four Seasons
- Dek observasi dengan pemandangan Kota Jeddah dan Laut Merah
Saat selesai, Jeddah Tower diperkirakan akan melampaui Burj Khalifa, dengan tinggi lebih dari 1 kilometer. Bahkan, struktur utamanya disebut berpotensi melebihi 1,5 kilometer.
Baca Juga: AS: Trump Lebih Memilih Diplomasi Dengan Iran, Tapi Peringatkan Opsi Militer
Dubai Tak Tinggal Diam
Sementara itu, laporan pada 2024 menyebutkan bahwa pengembang Emaar di Dubai juga mempertimbangkan pembangunan “super tower” baru untuk menyaingi Burj Khalifa.
Artinya, persaingan membangun gedung tertinggi di dunia kembali memanas, dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berlomba menunjukkan ambisi infrastruktur dan properti raksasa.
Burj Khalifa Masih Bertahan hingga 2028
Meski demikian, Burj Khalifa masih akan mempertahankan statusnya sebagai gedung tertinggi dunia setidaknya hingga sekitar 2028, ketika proyek-proyek raksasa Arab Saudi diperkirakan mulai rampung.
Tonton: Ramai Isu Tebang Pilih RKAB Batubara 2026, ESDM: Belum Ada Keputusan
Menariknya, proyek Saudi ini juga dirancang oleh Adrian Smith, arsitek asal Amerika Serikat yang juga berada di balik desain Burj Khalifa.













