kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   -74,00   -0,44%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Relasi Jerman-AS Retak, Presiden Steinmeier Serukan Kemandirian Eropa


Selasa, 24 Maret 2026 / 15:53 WIB
Relasi Jerman-AS Retak, Presiden Steinmeier Serukan Kemandirian Eropa
ILUSTRASI. Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (Jesco Denzel/BPA via REUTERS)


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan dimulainya masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump menandai keretakan dalam hubungan luar negeri Jerman yang sama mendalamnya dengan invasi Rusia ke Ukraina dan mengharuskan Jerman untuk mencari lebih banyak kemandirian.

"Sama seperti saya percaya tidak akan ada jalan kembali dalam hubungan dengan Rusia sebelum 24 Februari 2022, begitu pula saya percaya tidak akan ada jalan kembali dalam hubungan transatlantik sebelum 20 Januari 2025," kata Steinmeier, menurut pernyataan yang telah disiapkan. 

Baca Juga: Jepang Lepas Cadangan Minyak pada Akhir Maret, Antisipasi Krisis Pasokan Timur Tengah

Jerman harus mengambil pelajaran yang didapatnya dalam melepaskan diri dari ketergantungan berlebihan pada Rusia dan menerapkannya pada Amerika Serikat, khususnya di bidang pertahanan dan teknologi, demikian yang akan ia sampaikan pada acara Kementerian Luar Negeri di Berlin pada hari Selasa (24/3).

Sebagai presiden, peran Steinmeier sebagian besar bersifat seremonial, memengaruhi masyarakat melalui perannya sebagai "wakil negara".

Jerman telah menekankan pada penciptaan alternatif untuk teknologi yang didominasi AS seiring meningkatnya kekhawatiran atas akses AS.

"Kita tahu bahwa keunggulan teknologi ini tidak hanya berarti kekuatan kebijakan luar negeri, tetapi juga kekuatan untuk memengaruhi politik domestik kita melalui platform digital dan media sosial," kata Steinmeier. 

Perselisihan antara Pentagon dan Anthropologie mengenai pengamanan seputar kecerdasan buatan Anthropologie dapat menjadi peringatan, atau bahkan peluang, bagi Eropa, tambahnya.

"Eropa sebagai pusat teknologi memiliki talenta, pasar, peluang, dan yang terpenting, standar etika. Kita harus membangun di atas hal-hal tersebut," katanya.

Baca Juga: Eskalasi Timur Tengah, Serangan di Anbar Tewaskan 15 Anggota PMF




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×