kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.692   106,00   0,60%
  • IDX 6.456   -267,61   -3,98%
  • KOMPAS100 855   -37,90   -4,24%
  • LQ45 636   -21,59   -3,28%
  • ISSI 233   -9,88   -4,07%
  • IDX30 361   -9,96   -2,68%
  • IDXHIDIV20 446   -9,21   -2,02%
  • IDX80 98   -3,83   -3,76%
  • IDXV30 127   -2,90   -2,23%
  • IDXQ30 116   -2,88   -2,42%

Reli Dolar Berlanjut Senin (18/5), Harga Minyak dan Yield Obligasi Jadi Pendorong


Senin, 18 Mei 2026 / 08:47 WIB
Reli Dolar Berlanjut Senin (18/5), Harga Minyak dan Yield Obligasi Jadi Pendorong
ILUSTRASI. Forex - Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia pada perdagangan Senin (18/5/2026), didorong lonjakan harga minyak dan aksi jual obligasi global yang menekan minat investor terhadap aset berisiko.

Ketegangan baru di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Bursa Asia Tertekan dan Yield Obligasi Melonjak

Euro tercatat turun lebih dari 0,1% ke level US$ 1,1609, sementara pound sterling melemah ke US$ 1,3305.

Dolar Australia yang sensitif terhadap sentimen risiko juga terkoreksi 0,4% ke posisi US$ 0,7121. Adapun dolar Selandia Baru relatif stabil di level US$ 0,5827.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama naik tipis ke 99,393.

Harga minyak dunia melesat setelah pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab dilaporkan diserang, sementara upaya mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran belum menunjukkan kemajuan berarti.

Baca Juga: Ekspor Nonmigas Singapura Melonjak 24,5% pada April, Lampaui Proyeksi Pasar

Harga minyak Brent naik lebih dari 1% dan bertahan di atas US$ 110 per barel.

Analis Barclays menilai, kondisi pasar saat ini mendukung penguatan dolar lebih lanjut.

“Tekanan terhadap aset berisiko dan obligasi meningkat, sehingga kondisi bagi reli dolar untuk berlanjut pekan ini semakin terbuka,” tulis analis Barclays dalam risetnya.

Barclays juga memperkirakan dolar AS dapat menguat 0,5% hingga 1% setiap kali harga minyak naik 10%.

Aksi jual obligasi global turut memperburuk sentimen pasar. Investor khawatir gangguan pasokan energi di Timur Tengah dapat memicu inflasi lebih tinggi dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga: Negosiasi Gaji Samsung Memanas, Ancaman Mogok Buruh Bayangi Industri Chip Korsel

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat di level 4,607%, sedangkan yield tenor dua tahun berada di 4,085%, mendekati level tertinggi dalam setahun terakhir.

Strategis valuta asing OCBC Christopher Wong mengatakan dolar AS berpotensi tetap kuat jika yield obligasi bertahan tinggi dan pasar terus memperkirakan sikap hawkish dari Federal Reserve.

Pasar kini menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) serta data awal Purchasing Managers’ Index (PMI) AS pekan ini untuk mengukur kekhawatiran The Fed terhadap inflasi yang masih bertahan.

Sementara itu, terhadap yen Jepang, dolar AS diperdagangkan di level 158,84 yen. Pelemahan yen kembali memicu spekulasi kemungkinan intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing.

Di sisi lain, yuan offshore China berada di level 6,8163 per dolar AS menjelang rilis data aktivitas ekonomi China yang dijadwalkan terbit hari ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×