kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45856,79   -3,09   -0.36%
  • EMAS913.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Rencana penjualan senjata ratusan juta dolar AS ke Nigeria terhalang HAM


Jumat, 30 Juli 2021 / 13:46 WIB
Rencana penjualan senjata ratusan juta dolar AS ke Nigeria terhalang HAM
ILUSTRASI. Para pejabat khawatir penjualan senjata dalam jumlah besar di tengah konflik bisa mendukung pelanggaran HAM yang luas.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Anggota parlemen Amerika Serikat saat ini menunda pengajuan proposal penjualan senjata ke Nigeria dengan nilai hampi US$ 1 miliar karena khawatir akan berdampak pada pelanggaran hak asasi manusia.

Sumber anonim yang dihubungi Reuters mengatakan bahwa proposal saat ini masih tertahan di Komite Hubungan Luar Negeri Senat dan di Komite Urusan Luar Negeri DPR.

Rencananya AS akan menjual 12 helikopter serang AH-1 Cobra yang dibuat oleh Bell dan peralatan terkait seperti  mesin cadangan, sistem navigasi, dan 2.000 amunisi berpemandu presisi senilai US$ 875 juta ke Nigeria.

Tertundanya keputusan ini bisa berdampak pada upaya Nigeria dalam mencari dukungan untuk memerangi kelompok sekutu ISIS, Boko Haram, di timur laut dan bandit bersenjata di barat laut negara itu.

Penjualan senjata AS ke Nigeria sebelumnya memang kerap terjadi. Nigeria baru-baru ini menerima pengiriman A-29 Super Tucanos buatan Embraer, sebuah pesawat terbang lambat yang dapat memberikan dukungan udara jarak dekat kepada infanteri seperti helikopter.

Baca Juga: Hadapi China, AS kirim dua lusin jet tempur F-22 ke Pasifik

Kesepakatan yang berisi selusin pesawat itu terjadi di bawah mantan Presiden AS Donald Trump pada 2017, dan memiliki nilai hingga US$ 593 juta.

Para pejabat AS Oktober lalu mengeluhkan adanya tekanan yang berlebihan dari militer Nigeria terhadap warga sipil yang tidak bersenjata.

AS meminta Nigeria untuk menahan diri setelah tentara menembaki pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang kebrutalan polisi di Lagos.

Kebrutalan inilah yang membuat pihak Senat dan DPR untuk mengkaji ulang rencana penjualan senjata ke negara tersebut. Para pejabat khawatir penjualan senjata dalam jumlah besar di tengah konflik bisa mendukung pelanggaran HAM yang luas.

Nigeria juga memerangi meningkatnya perampokan bersenjata dan penculikan untuk mendapatkan uang tebusan di mana pasukan keamanan yang dikerahkan secara tipis telah berjuang untuk menahan pengaruh geng-geng bersenjata.

Selanjutnya: Venezuela tuding pesawat militer AS lakukan provokasi wilayah udaranya




TERBARU
Kontan Academy
Bongkar Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing

[X]
×