kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Riset buktikan kemampuan vaksin Covid-19 Sputnik V selalu meningkat seiring waktu


Kamis, 26 Agustus 2021 / 13:17 WIB
Riset buktikan kemampuan vaksin Covid-19 Sputnik V selalu meningkat seiring waktu
ILUSTRASI. Botol berlabel vaksin Covid-19 Sputnik V dan jarum suntik terlihat dalam foto ilustrasi ini yang diambil 12 Maret 2021. REUTERS/Dado Ruvic.


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Riset terbaru di Argentina menunjukkan kemampuan vaksin Covid-19 Sputnik V asal Rusia terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Antibodi yang dihasilkan vaksin Sputnik V memperlihatkan peningkatan dalam menetralisir setiap jenis Covid-19, bahkan setelah enam bulan.

Hasil riset ini disampaikan langsung oleh Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Produktif Argentina pada Rabu (25/8). Riset ini sekaligus membuktikan keampuhan vaksin Covid-19 dalam melawan virus corona.

"Antibodi menjalani proses pematangan bertahap yang meningkatkan kemampuannya dalam memblokir virus dan mencegah infeksi," ungkap pemimpin tim peneliti Andrea Gamarnik.

Baca Juga: San Marino umumkan efikasi vaksin Covid-19 Sputnik V mencapai 99%

Dilansir dari TASS, penelitian ini juga menunjukkan jumlah antibodi akan berkurang seiring berjalannya waktu. Meskipun demikian, kemampuannya justru meningkat.

Selama proses penelitian, yang dilakukan selama 6 bulan, para peneliti di Argentina menganalisis 1.800 sampel plasma darah orang pada hari ke-21, 42, 120, dan 180 setelah vaksinasi dengan vaksin Sputnik V.

Sampel darah diambil baik dari mereka yang pernah mengidap Covid-19 maupun mereka yang belum pernah melakukan kontak sama sekali dengan virus corona.

Baca Juga: Vaksin Sputnik V terlambat dipasok, Argentina terus tekan Rusia

Vaksin Covid-19 Sputnik V saat ini mulai mendapat persetujuan di banyak negara, termasuk Indonesia. Jenis vaksin Covid-19 dari Rusia ini pada Selasa (24/8) telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Melansir Kompas.com, vaksin Sputnik V di Indonesia nantinya akan digunakan untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

Berdasarkan uji klinik fase 3, vaksin ini memiliki efikasi mencapai 91,6% dengan efek samping di level ringan hingga sedang.

Efek samping vaksin Sputnik V yang sering muncul seperti gejala menyerupai flu (flu-like syndrome), yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.

Selanjutnya: 7 Vaksin Covid-19 yang sudah dapat izin penggunaan darurat BPOM




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×