Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Test Test
Ronald Perelman kini adalah salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan pribadi sekitar US$ 11 miliar. Kekayaannya dia peroleh dari hasil aktivitas jual beli perusahaan. Dia mendapatkan kemampuan tersebut dari sang ayah, yang sejak kecil sudah banyak memberi kepercayaan kepadanya. Melalui MacAndrew & Forbes Holding Incorporation, Parelmen mengendalikan 12 perusahaan besar di Amerika Serikat, termasuk perusahaan kosmetik Revlon Corporation.
Bila Warren Buffet menjadi salah satu orang terkaya di dunia dari jual beli saham di lantai bursa, maka Ronald Perelman menjadi salah seorang miliarder di dunia berkat kelihaiannya melakukan jual beli perusahaan. Saat ini Perelman mengendalikan 12 perusahaan besar di bawah payung usahanya, MacAndrew & Forbes Holding Incorporation.
Perusahaan itu antara lain AM General yang mendesain dan memproduksi perlengkapan kendaraan militer. Lalu, Deluxe dan Technicolor yang bergerak di bidang televisi dan perfilman, Harland Clarke Corporation (perusahaan pembiayaan), Mafco Worldwide (produsen rokok), Scientific Games (judi online), Siga Technologies (produsen obat), dan TransTech Pharma (kesehatan). Dia juga mengendalikan Past Investment, perusahaan keuangan yang membawahi sejumlah perusahaan lain. Perelman juga memiliki perusahaan kosmetik Revlon Corporation.
Majalah Forbes pada tahun ini menaksir harta kekayaan lelaki berusia 67 tahun ini mencapai US$ 11 miliar. Dengan kekayaan sebesar itu, Forbes menempatkan Perelman di urutan ke-52 orang terkaya di dunia.
Pria bernama lengkap Ronald Owen Perelman ini lahir di Greensboro, North Carolina, pada tahun 1943. Parelman adalah anak pertama dari pasangan Raymond dan Iman Perelman. Ayahnya adalah pemilik Belmont Industries, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan logam di Philadelphia, Pennsylvania.
Sebagai anak pemilik perusahaan, Perelman sering berkunjung ke kantor ayahnya. Bahkan, sejak kecil dia sudah dididik ayahnya agar bisa berbisnis. Di usia 11 tahun, Perelman sudah diajak mengikuti rapat dewan direksi. Raymond Perelman juga sering membawanya bepergian memeriksa perusahaan lain yang akan dia akuisisi.
Didikan bisnis itu membuat Ronald muda belajar keras dan bertekad mengikuti jejak ayahnya. Ketika liburan sekolah di bangku SMA, banyak teman-temannya yang menghabiskan liburan ke luar kota. Namun, Perelman melakukan hal lain. Ia memilih tinggal di rumah dan menghabiskan waktu liburan dengan membaca neraca keuangan dan laporan tahunan perusahaan.
Setelah lulus SMA, Perelman melanjutkan pendidikannya di Universitas Wharton School, Pennsylvania. Ia mengambil jurusan bisnis. Saat itu, dia banyak mengisi waktu senggang dengan membantu ayahnya menjalankan perusahaan.
Melihat antusiasme Perelman yang tinggi, sang ayah tidak ragu memberikan tanggung jawab kepadanya. Misalnya, dalam proses pembelian perusahaan lain, Perelman dipercaya menganalisa dan mengeksekusi pembelian.
Salah satu transaksi besar yang dilakukan Perelman dan menguntungkan perusahaan ayahnya adalah ketika membeli perusahaan bernama Brewery Esslinger. Dia membeli perusahaan tersebut tahun 1961 dengan harga US$ 800.000. Saat itu usianya baru 18 tahun. Tiga tahun kemudian perusahaan itu berhasil dijual kembali dengan harga US$ 1 juta.
Setelah lulus kuliah tahun 1964 dan menggondol gelar master di tahun 1966, Perelman langsung bergabung dengan perusahaan ayahnya. Ketika pertama kali masuk, dia menjabat sebagai asisten pribadi ayahnya. Ia bertugas melakukan berbagai perjanjian jual beli perusahaan yang melibatkan uang jutaan dolar.
Selain bertugas melakukan akuisisi, dia juga memperbaiki kinerja perusahaan yang dia akuisisi. Dia melakukan perbaikan dengan mengurangi utang, menjual divisi yang memberatkan dan membawa perusahaan kembali ke bisnis inti. Setelah untung, perusahaan itu dijual kembali.
(Bersambung)