Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Manchester United resmi memecat Ruben Amorim dari posisi manajer pada Senin (5/1/2026), mengakhiri masa jabatan pelatih asal Portugal tersebut yang penuh gejolak selama 14 bulan.
Keputusan ini diambil sehari setelah Amorim menyampaikan pembelaan emosional terhadap posisinya dan menegaskan tidak akan mengundurkan diri, menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds United di Liga Inggris.
“Dengan posisi Manchester United saat ini berada di peringkat enam klasemen Premier League, manajemen klub dengan berat hati memutuskan bahwa inilah saat yang tepat untuk melakukan perubahan. Langkah ini diambil demi memberikan peluang terbaik bagi tim untuk meraih posisi setinggi mungkin di akhir musim,” tulis manajemen United dalam pernyataan resmi.
Baca Juga: Harga Tembaga Tembus Rekor US$ 13.000 per Ton Usai Aksi Mogok Tambang Chile
Amorim, yang berusia 40 tahun, ditunjuk menggantikan Erik ten Hag pada November 2024. Namun, musim pertamanya berakhir mengecewakan.
United finis di posisi ke-15 Premier League peringkat terburuk sejak degradasi pada 1974 serta kalah dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa.
Pada musim ini, United berada di peringkat keenam setelah 20 pertandingan, tertinggal 17 poin dari pemuncak klasemen Arsenal. Performa juga tidak konsisten, dengan hanya tiga kemenangan dari 11 laga terakhir.
Hasil imbang kontra Leeds menjadi titik puncak ketegangan, memicu ledakan emosi Amorim dalam konferensi pers.
Ia menunjukkan sikap defensif saat ditanya soal masa depannya, menegaskan bahwa dirinya datang ke Old Trafford sebagai manajer dengan otoritas penuh, bukan sekadar pelatih teknis.
Baca Juga: Saham Perusahaan Minyak AS Meroket Pasca Trump Bidik Cadangan Venezuela
Kerap Dikritik
“Jika orang tidak bisa menerima kritik dari Gary Neville dan kritik terhadap segala hal, maka klub ini yang perlu berubah,” ujar Amorim, merujuk pada mantan bek United yang kini menjadi pundit dan dikenal sebagai pengkritik rutin pendekatan taktis Amorim, khususnya ketergantungannya pada formasi tiga atau lima bek.
“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan hanya pelatih. Semua departemen pencari bakat, direktur olahraga harus menjalankan tugasnya,” katanya.
“Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya akan menjalankan tugas sampai ada orang lain yang datang menggantikan saya.”
Amorim direkrut United setelah tampil impresif bersama Sporting Lisbon. Namun, di Old Trafford ia gagal memberi dampak instan.
Dari total 63 pertandingan, Amorim mencatatkan 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan, dengan rasio kemenangan 38,1%.
Baca Juga: Presiden Korsel Buka Babak Baru Hubungan Korea-China, Tandai Pemulihan Penuh di 2026
Di Premier League, persentase kemenangannya bahkan hanya 32%, menjadi yang terburuk di antara seluruh manajer Manchester United di era Liga Inggris.
Kondisi tersebut membuat Setan Merah sepenuhnya tersingkir dari perbincangan perebutan gelar juara.
Meski diapresiasi media karena kejujuran dan keterbukaannya, Amorim menuai kritik dari sebagian pemain dan pengamat akibat pernyataan publiknya yang kerap keras, termasuk ketika ia menyebut timnya sebagai “mungkin yang terburuk dalam sejarah klub” setahun lalu.
Rekrutan musim panas seperti Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha memang menambah daya gedor lini depan.
Namun, United tetap terlihat rapuh di lini tengah dan sangat rentan di lini belakang.
Rangkaian hasil terakhir juga minim kepuasan bagi fans: kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United diapit oleh kekalahan dari Aston Villa, hasil imbang di kandang melawan juru kunci Wolves, serta seri kontra Leeds.
Baca Juga: Trump Kembali Incar Greenland, Pemerintah Lokal dan Eropa Bereaksi
Dalam jangka pendek, mantan gelandang United Darren Fletcher akan bertindak sebagai manajer interim. Fletcher, yang saat ini menangani tim U-18, dikenal lebih menyukai formasi klasik 4-4-2. Ia akan memimpin tim saat bertandang ke markas Burnley pada Rabu mendatang.
Manajemen United kini kembali dihadapkan pada tugas berat mencari sosok manajer anyar yang mampu mengembalikan kejayaan era Sir Alex Ferguson.
Sejak Ferguson pensiun pada 2013, United telah berganti manajer mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Ralf Rangnick hingga Erik ten Hag, namun tanpa hasil signifikan. Sudah 13 tahun berlalu sejak klub terakhir kali mengangkat trofi Liga Inggris ke-20 mereka.
Pemecatan Amorim ini terjadi hanya empat hari setelah Chelsea juga berpisah dengan Enzo Maresca menyusul konflik dengan manajemen klub.













