kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Rusia Berpotensi Caplok Dua Wilayah yang Memisahkan Diri dari Gerogia


Rabu, 23 Agustus 2023 / 09:40 WIB
ILUSTRASI. Pesawat militer Tupolev Tu-160 dan Tu-22M3 melakukan latihan untuk flypast, menandai peringatan 75 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua, di Moskow, Rusia 4 Mei 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia disebut berpotensi mencaplok wilayah Ossetia Selatan dan Abkhazia, dua wilayah yang memisahkan diri dari Georgia. Rencana ini disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev.

Medvedev, yang juga merupakan mantan presiden Rusia, menjelaskan bahwa rencana tersebut telah lama dibicarakan. Dua wilayah Georgia itu pun disebut tertarik untuk bergabung dengan Rusia.

"Gagasan untuk bergabung dengan Rusia masih populer di Abkhazia dan Ossetia Selatan. Hal ini sangat mungkin dilaksanakan jika ada alasan kuat untuk itu," kata Medvedev dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh surat kabar Argumenty I Fakty hari Rabu (23/8).

Baca Juga: Menlu Rusia: Barat adalah Penyebab Krisis di Banyak Negara

Terbitnya artikel tersebut sekaligus menandai peringatan 15 tahun pengakuan kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia.

Georgia kehilangan kendali atas Ossetia Selatan dan Abkhazia setelah keruntuhan Uni Soviet lebih dari 30 tahun lalu. Pada tahun 2008, Rusia mengakui kedaulatan dua wilayah tersebut.

Georgia berulang kali melakukan upaya untuk mendapatkan kembali kendali atas Ossetia Selatan dengan kekerasan. Aksi tersebut justru mendapatkan perlawanan dari Rusia.

Baca Juga: Rusia: Senjata Nuklir Kami Hanya untuk Merespons Ancaman

Meskipun demikian, hubungan antara Rusia dan Georgia kian membaik hingga saat ini. Medvedev sempat geram karena NATO membuka peluang bagi Georgia untuk bergabung dengan mereka. 

Bagi Medvedev, Barat sengaja meningkatkan ketegangan melalui pembahasan itu.

Di sisi lain, pemerintah Georgia berulang kali mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk bergabung dengan NATO. Mereka percaya aliansi militer yang dimotori AS itu mampu menjaga keutuhan wilayahnya.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×