Rusia Bersedia Menyediakan Biji-Bijian Kepada Negara Miskin Secara Gratis

Kamis, 03 November 2022 | 14:18 WIB Sumber: TASS
Rusia Bersedia Menyediakan Biji-Bijian Kepada Negara Miskin Secara Gratis

ILUSTRASI. Presiden Rusia, Vladimir Putin.


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada hari Rabu (2/11) mengkonfirmasi kesiapannya untuk memberikan pasokan biji-bijian kepada negara-negara miskin secara gratis.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam percakapan teleponnya dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), jelang pelaksanaan KTT G20 di Bali pada 15 November mendatang.

Kremlin menjelaskan bahwa biji-bijian yang disediakan Rusia akan dikirim sebagai bantuan kemanusiaan untuk mendukung ketahanan pangan global.

Putin pun mengatakan siap mendukung implementasi paket perjanjian Istanbul mengenai ekspor gandum Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam dan membuka blokir ekspor produk pertanian dan pupuk Rusia ke pasar global.

Baca Juga: PBB Adopsi Draft Resolusi Rusia Soal Pencegahan Perlombaan Senjata di Luar Angkasa

"Rusia siap memberikan volume biji-bijian yang signifikan ke negara-negara termiskin secara gratis sebagai bantuan kemanusiaan. Joko Widodo mendukung pendekatan seperti itu," tulis Kremlin dalam pernyataannya, seperti dikutip TASS.

Kepada Jokowi, Putin juga melaporkan situasi yang berkembang di koridor bantuan kemanusiaan laut yang digunakan Ukraina untuk melakukan aksi sabotase terhadap infrastruktur dan kapal Armada Laut Hitam di Sevastopol.

Putin juga menegaskan bahwa Rusia tetap berkomitmen untuk tidak menggunakan koridor bantuan untuk tujuan militer.

Baca Juga: Vladimir Putin Bahas KTT G20 dengan Jokowi via Telepon

Terkait obrolan dua pemimpin negara tersebut, Kremlin masih belum menyampaikan apakah Putin akan menghadiri KTT G20. Sebelumnya, Ukraina mendesak Indonesia agar undangan kepada Putin dibabut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Oleg Nikolenko, bahkan secara terbuka melalui akun Twitter pribadinya menolak kehadiran Putin di KTT G20 dan mendesak agar Rusia dikeluarkan dari blok tersebut.

"Dengan tangannya yang berlumuran darah, dia (Putin) tidak boleh duduk di meja dengan para pemimpin dunia. Undangan Putin ke KTT Bali harus dicabut, dan Rusia harus dikeluarkan dari G20," ungkap Nikolenko.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru