kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.819   62,00   0,35%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Rusia dan China adakan latihan militer skala besar, libatkan 10.000 tentara


Selasa, 10 Agustus 2021 / 15:52 WIB
ILUSTRASI. Tentara Rusia berbaris selama parade militer pada Hari Kemenangan, yang menandai peringatan 76 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, di Lapangan Merah, Moskow, Rusia, 9 Mei 2021. REUTERS/Evgenia Novozhenina.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia dan China mengadakan latihan militer bersama skala besar di China Utara-Tengah yang melibatkan lebih dari 10.000 tentara, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Selasa (10/8).

Latihan militer bertajuk Sibu/Cooperation-2021 di wilayah Ningxia, China sedang diawasi untuk tanda-tanda China dan Rusia sedang memperluas kerjasama militer saat mereka berdebat dengan Barat.

Surat kabar Rusia Kommersant melaporkan, latihan militer yang berlangsung hingga Jumat (13/8) menandai pertama kalinya tentara Rusia menggunakan senjata China. Kedua negara telah melakukan latihan sejak 2005.

Rusia mengirim jet tempur Sukhoi Su-30SM, motorised rifle unit, dan sistem pertahanan udara ke latihan militer yang difokuskan pada kontra-terorisme, menurut Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: China kabarnya luncurkan rudal pembunuh kapal induk dalam latihan, ini kemampuannya

Latihan militer itu berlangsung ketika Taliban telah menguasai wilayah di Afghanistan, di mana keamanan telah memburuk ketika Amerika Serikat menarik pasukannya setelah dua dekade perang, menciptakan masalah keamanan bagi Rusia.

Secara terpisah, Rusia pada Selasa menyelesaikan latihan bersama di Tajikistan dengan pasukan Uzbekistan dan Tajikistan di dekat perbatasan Afghanistan. 

Rusia mengatakan, pihaknya sedang membangun pangkalan militer di Tajikistan yang dilengkapi senapan serbu dan senjata lainnya.

Rusia beralih ke China pada 2014 ketika hubungan politiknya dengan Barat merosot ke posisi terendah sejak Perang Dingin atas pencaplokan Krimea dari Ukraina. China adalah mitra dagang terbesar Rusia.

Selanjutnya: Angkatan Laut AS gelar latihan skala besar, dari Laut Hitam hingga Laut Cina Selatan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×