kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Rusia Gempur Kyiv dengan Gelombang Drone, Gudang dan Rumah Rusak


Jumat, 28 Agustus 2026 / 18:08 WIB
Rusia Gempur Kyiv dengan Gelombang Drone, Gudang dan Rumah Rusak
ILUSTRASI. Rusia kembali melancarkan serangan udara menggunakan gelombang drone ke Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Jumat (28/8) (Gleb Garanich/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - KYIV. Rusia kembali melancarkan serangan udara menggunakan gelombang drone ke Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Jumat (28/8/2026). Serangan yang berlangsung untuk hari kedua berturut-turut tersebut menyebabkan kerusakan pada gudang, rumah warga, hingga sejumlah gedung apartemen.

Gubernur Kyiv Tymur Tkachenko mengatakan sedikitnya satu orang tewas dalam serangan di luar wilayah Kyiv. Selain korban jiwa, sebanyak 14 fasilitas gudang, 16 rumah, dan tiga blok apartemen dilaporkan mengalami kerusakan.

Sirene peringatan serangan udara kembali terdengar di berbagai penjuru Kyiv pada Jumat pagi. Serangan tersebut terjadi sehari setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone yang menyasar sejumlah pusat ritel serta jaringan logistik konsumen di Kyiv dan wilayah lainnya.

Serangan terhadap sektor logistik berlanjut pada Jumat. Perusahaan jasa pengiriman swasta terbesar Ukraina, Nova Poshta, mengatakan pusat penyortiran mereka di dekat Kyiv dan di Kota Sumy, Ukraina bagian utara, hancur akibat serangan tersebut.

Di Kota Zaporizhzhia, Ukraina tenggara, sebuah drone Rusia menghantam toko perlengkapan rumah tangga besar milik Epicenter. Gubernur Ivan Fedorov mengatakan sedikitnya empat orang terluka dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Stok Kopi Arabika Capai Titik Terendah dalam 26 Tahun, Harga Bisa Naik

Serangan Disebut Bertujuan Melumpuhkan Kyiv

Layanan darurat negara Ukraina mengatakan wilayah Kyiv telah diserang Rusia sebanyak 38 kali dalam 24 jam terakhir. Otoritas juga memperingatkan warga agar tidak mendekati lokasi-lokasi yang masih mengalami kebakaran dan sedang ditangani petugas pemadam kebakaran.

Serangan pada Jumat dinilai memperpanjang gangguan yang sebelumnya dipicu serangan sehari sebelumnya. Serangan tersebut menyebabkan perjalanan kereta api di sejumlah wilayah tertunda dan membuat penumpang terjebak dalam waktu cukup lama.

Andriy Kovalenko, Kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi (CCD), bagian dari Dewan Keamanan Nasional Ukraina, mengatakan pola serangan drone Rusia menunjukkan upaya untuk mengganggu aktivitas masyarakat di ibu kota.

"Musuh meluncurkan UAV bertenaga jet dalam jumlah kecil secara bergelombang dengan tujuan melumpuhkan Kyiv," kata Kovalenko.

"Tujuannya adalah untuk menguras pertahanan udara dan penduduk," tambahnya.

Menurut perusahaan kereta api negara Ukraina, gangguan perjalanan mulai berkurang pada Jumat. Namun, dampak dari serangan yang berulang serta peringatan serangan udara diperkirakan masih akan terasa setidaknya hingga satu hari berikutnya.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut Kyiv berada dalam status peringatan serangan udara selama hampir 15 jam pada Kamis (27/8/2026).

Rusia Kembali Serang Pusat Ritel dan Logistik

Selain Kyiv, pasukan Rusia juga menyerang sebuah pusat perbelanjaan di Kharkiv, Ukraina timur laut. Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov mengatakan serangan tersebut merupakan serangan kedua terhadap lokasi serupa dalam dua hari terakhir.

Baca Juga: Longsor Himalaya Berdampak pada 93.000 Orang, Ancaman Banjir Susulan Mengintai

Rusia dan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan serangan terhadap jaringan logistik konsumen dan perusahaan ritel daring. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk menekan aktivitas ekonomi sekaligus melemahkan kemampuan masing-masing dalam mendukung perang.

Pada Jumat, sebuah drone Rusia juga menghancurkan gudang milik salah satu peritel buku besar di wilayah Kyiv. Perusahaan tersebut mengatakan gudang itu digunakan untuk mengirimkan ribuan judul buku setiap hari.

Serangkaian serangan terhadap infrastruktur logistik dan pusat distribusi menunjukkan bahwa dampak perang Rusia-Ukraina tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga jaringan ekonomi yang menopang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Serangan berulang terhadap gudang, pusat penyortiran, pusat perbelanjaan, dan jaringan transportasi berpotensi semakin mengganggu distribusi barang serta aktivitas perdagangan di berbagai wilayah Ukraina.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×