kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Rusia: Kami Tidak akan Menyerang Terlebih Dahulu dengan Senjata Nuklir


Rabu, 18 Mei 2022 / 23:15 WIB
Rusia: Kami Tidak akan Menyerang Terlebih Dahulu dengan Senjata Nuklir


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Moskow mengatakan, doktrin militer negaranya menetapkan, negeri beruang merah hanya bisa menggunakan senjata nuklir dalam "serangan balasan" atas serangan terhadap Rusia.

"Menurut doktrin, kami tidak menyerang terlebih dahulu (dengan senjata nuklir)," tegas Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov, Rabu (18/5), seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan Wakil Perdana Menteri Rusia menjawab kekhawatiran beberapa negara dan analis Barat tentang kemungkinan Rusia menggunakan senjata nuklir dalam perang di Ukraina.

Baca Juga: Rusia Gunakan Senjata Laser Generasi Baru di Ukraina, Seperti Apa Kekuatannya?

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan kepada CNN, "semua negara di dunia" harus bersiap untuk kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan senjata nuklir taktis dalam perang di Ukraina.

"Bukan hanya saya, seluruh dunia, semua negara harus khawatir, karena itu bukan informasi yang sebenarnya, tetapi bisa jadi kebenaran," kata Zelenskyy.

"Kita harus berpikir untuk tidak takut, tidak takut tetapi bersiaplah. Tapi, itu bukan pertanyaan untuk Ukraina, tidak hanya untuk Ukraina tetapi untuk seluruh dunia," tegasnya.

Baca Juga: Akhirnya, Hampir 1.000 Tentara Ukraina yang Bertahan di Pabrik Baja Mariupol Menyerah

Para pejabat AS juga telah memperingatkan tentang kemungkinan Putin, jika tersudut, bisa beralih ke penggunaan senjata nuklir taktis dalam invasi di Ukraina. 

Direktur CIA Bill Burns mengatakan, pihaknya mengamati "dengan sangat seksama" atas kemungkinan tersebut, sambil menekankan bahwa AS belum melihat tanda-tanda Rusia sedang bersiap untuk mengambil langkah seperti itu.

"Mengingat potensi keputusasaan Presiden Putin dan kepemimpinan Rusia, mengingat kemunduran yang mereka hadapi sejauh ini secara militer, tidak ada dari kita yang bisa menganggap enteng ancaman yang ditimbulkan oleh potensi penggunaan senjata nuklir taktis atau senjata nuklir hasil rendah," ungkapnya, seperti dilansir CNN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×