Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - MOSKOW — Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia menyatakan keprihatinan mendalam dan mengecam keras dugaan tindakan agresi bersenjata Amerika Serikat terhadap Venezuela yang dilaporkan terjadi pada pagi hari ini.
Dalam pernyataan resminya, Rusia menilai alasan yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut tidak dapat diterima. Moskow menegaskan bahwa permusuhan ideologis telah mengalahkan pendekatan pragmatis, termasuk upaya membangun hubungan internasional yang dilandasi kepercayaan dan prediktabilitas.
Rusia menekankan bahwa dalam situasi saat ini, prioritas utama adalah mencegah eskalasi lebih lanjut dan memusatkan perhatian pada penyelesaian melalui dialog. Moskow menyatakan bahwa setiap pihak yang memiliki perbedaan atau keluhan harus mencari solusi melalui mekanisme dialog, dan Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga menegaskan bahwa Amerika Latin harus tetap menjadi zona damai, sebagaimana dideklarasikan pada 2014. Venezuela, menurut Rusia, harus dijamin haknya untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang bersifat destruktif, terlebih lagi intervensi militer.
Rusia menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela serta dukungan terhadap kebijakan pemerintah Bolivia—yang dipimpin Presiden Nicolás Maduro—dalam menjaga kepentingan nasional dan kedaulatan negara.
Baca Juga: Produksi Minyak Venezuela Tetap Normal Usai Serangan AS
Moskow turut menyatakan dukungan terhadap seruan otoritas Venezuela dan para pemimpin negara-negara Amerika Latin agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar pertemuan darurat untuk membahas situasi tersebut.
Terkait kondisi di lapangan, Rusia memastikan Kedutaan Besarnya di Caracas tetap beroperasi secara normal, dengan menyesuaikan situasi keamanan dan terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Venezuela serta warga negara Rusia yang berada di negara tersebut. Hingga saat ini, tidak ada laporan warga negara Rusia yang menjadi korban.
Dalam pernyataan lanjutan, Kementerian Luar Negeri Rusia menyebutkan bahwa pihaknya sangat prihatin atas laporan yang menyatakan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya diduga dibawa keluar dari negara itu secara paksa dalam rangkaian tindakan agresif Amerika Serikat.
Rusia menuntut klarifikasi segera atas laporan tersebut. Moskow menegaskan bahwa jika informasi itu terbukti benar, maka tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara merdeka, serta bertentangan dengan prinsip fundamental hukum internasional yang mewajibkan penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Baca Juga: Rusia Kecam Serangan Militer AS ke Venezuela, Maduro Dikabarkan Ditangkap













