kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Rusia meluncurkan obat Covid-19 pertama, kasus infeksi capai 500.000 orang


Jumat, 12 Juni 2020 / 07:20 WIB
ILUSTRASI. Pelayat berduka dari kejauhan sementara penggali kubur menggunakan alat pelindung diri (APD), yang akan menguburkan jenazah terinfeksi virus corona (COVID-19) pada bagian khusus pemakaman di pinggiran Saint Petersburg, Rusia, Selasa (5/5/2020). REUTERS/An


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pada Kamis (11/6/2020), Rusia meluncurkan obat pertama yang disetujui untuk mengobati pasien yang menderita virus corona baru. Langkah ini dilakukan seiring jumlah infeksi di negara tersebut melampaui setengah juta kasus.

Melansir Reuters yang mengutip RDIF (kolam dana milik pemerintah Rusia), pengiriman pertama obat antivirus baru, yang terdaftar dengan nama Avifavir, dilakukan ke beberapa rumah sakit dan klinik di seluruh negeri. RDIF memiliki 50% saham dalam usaha patungan dengan produsen obat ChemRar yang menjalankan uji coba.

Kementerian kesehatan memberikan persetujuan untuk penggunaan obat di bawah proses percepatan khusus sementara uji klinis yang hingga kini masih berlangsung. Uji klinis  diadakan dalam periode yang lebih singkat dan dengan jumlah partisipan lebih sedikit dibanding negara lain.

Baca Juga: Kasus corona di Rusia tembus 500.000, setelah konfirmasi 8.779 infeksi baru

Saat ini, tidak ada vaksin untuk Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, dan uji coba manusia terhadap beberapa obat antivirus yang ada belum menunjukkan kemanjuran.

Ketua RDIF Kirill Dmitriev pekan lalu mengatakan kepada Reuters bahwa rencananya ChemRar akan memproduksi cukup obat untuk mengobati sekitar 60.000 orang per bulan.

Baca Juga: Dua obat Covid-19 Kalbe Farma (KLBF) mengikuti uji klinis

Dmitriev pada hari Kamis mengatakan lebih dari 10 negara telah mengajukan permintaan untuk pasokan Avifavir.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×