Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan pemerintah di berbagai negara untuk menjaga kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter guna mempertahankan stabilitas harga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Direktur Strategi IMF yang baru, Christian Mumssen, menilai perekonomian dunia saat ini menghadapi serangkaian guncangan besar yang terjadi secara beruntun dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai tantangan tersebut mencakup pandemi Covid-19, krisis biaya hidup, ketegangan perdagangan, hingga konflik yang berlangsung di Ukraina dan Timur Tengah.
"Secara teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan keuangan digital berkembang dengan kecepatan yang hanya sedikit dari kita perkirakan sebelumnya. Sementara itu, dari sisi geopolitik, tatanan global pascaperang mulai bergeser menuju dunia yang lebih terfragmentasi dan multipolar," ujar Mumssen dalam sebuah acara yang digelar Atlantic Council di Washington, Rabu (15/7/2026).
Ia menambahkan bahwa perekonomian global sejauh ini mampu menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah berbagai tekanan tersebut. Namun, skala perubahan yang sedang berlangsung menciptakan tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi.
Baca Juga: Stripe dan Advent Ajukan Akuisisi PayPal Senilai US$53 Miliar
"Perekonomian global telah terbukti sangat tangguh dalam menghadapi berbagai dinamika ini. Namun, besarnya perubahan yang sedang terjadi menciptakan tingkat ketidakpastian yang luar biasa tinggi, dan kita harus siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga," katanya.
Menurut Mumssen, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap pengelolaan keuangan publik dan utang, pengendalian inflasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi. Ia memperingatkan bahwa stabilitas harga berpotensi terganggu akibat gangguan pasokan yang semakin sering terjadi.
Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat ketahanan terhadap guncangan rantai pasok dan meningkatnya ketegangan politik global, sekaligus mengelola risiko ketidakpastian yang muncul.
Mumssen juga menekankan pentingnya merespons perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, termasuk memastikan transformasi kecerdasan buatan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Baca Juga: Moody's Pertahankan Rating Israel di Baa1, tetapi Pangkas Proyeksi Pertumbuhan 2026
Menurut dia, perbedaan utama dalam kondisi keuangan global saat ini adalah berbagai transformasi besar terjadi secara bersamaan, mulai dari perubahan teknologi hingga pergeseran geopolitik.
Mumssen pun mendorong negara-negara anggota untuk bekerja sama dengan IMF dalam mencari solusi atas berbagai tantangan tersebut.
"Permasalahannya adalah, ketika tantangan struktural berskala besar dan revolusi teknologi baru justru membutuhkan kerja sama internasional yang lebih erat, sistem tata kelola global malah semakin terfragmentasi," ujar Mumssen.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
