kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

IMF Ingatkan Pemerintah Jaga Stabilitas Harga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global


Rabu, 15 Juli 2026 / 21:40 WIB
IMF Ingatkan Pemerintah Jaga Stabilitas Harga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
ILUSTRASI. Pemerintah dunia diimbau IMF perkuat ketahanan ekonomi. (REUTERS/Benoit Tessier)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan pemerintah di berbagai negara untuk menjaga kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter guna mempertahankan stabilitas harga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Direktur Strategi IMF yang baru, Christian Mumssen, menilai perekonomian dunia saat ini menghadapi serangkaian guncangan besar yang terjadi secara beruntun dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai tantangan tersebut mencakup pandemi Covid-19, krisis biaya hidup, ketegangan perdagangan, hingga konflik yang berlangsung di Ukraina dan Timur Tengah.

"Secara teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan keuangan digital berkembang dengan kecepatan yang hanya sedikit dari kita perkirakan sebelumnya. Sementara itu, dari sisi geopolitik, tatanan global pascaperang mulai bergeser menuju dunia yang lebih terfragmentasi dan multipolar," ujar Mumssen dalam sebuah acara yang digelar Atlantic Council di Washington, Rabu (15/7/2026).

Ia menambahkan bahwa perekonomian global sejauh ini mampu menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah berbagai tekanan tersebut. Namun, skala perubahan yang sedang berlangsung menciptakan tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi.

Baca Juga: Stripe dan Advent Ajukan Akuisisi PayPal Senilai US$53 Miliar

"Perekonomian global telah terbukti sangat tangguh dalam menghadapi berbagai dinamika ini. Namun, besarnya perubahan yang sedang terjadi menciptakan tingkat ketidakpastian yang luar biasa tinggi, dan kita harus siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga," katanya.

Menurut Mumssen, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap pengelolaan keuangan publik dan utang, pengendalian inflasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi. Ia memperingatkan bahwa stabilitas harga berpotensi terganggu akibat gangguan pasokan yang semakin sering terjadi.

Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat ketahanan terhadap guncangan rantai pasok dan meningkatnya ketegangan politik global, sekaligus mengelola risiko ketidakpastian yang muncul.

Mumssen juga menekankan pentingnya merespons perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, termasuk memastikan transformasi kecerdasan buatan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Baca Juga: Moody's Pertahankan Rating Israel di Baa1, tetapi Pangkas Proyeksi Pertumbuhan 2026

Menurut dia, perbedaan utama dalam kondisi keuangan global saat ini adalah berbagai transformasi besar terjadi secara bersamaan, mulai dari perubahan teknologi hingga pergeseran geopolitik.

Mumssen pun mendorong negara-negara anggota untuk bekerja sama dengan IMF dalam mencari solusi atas berbagai tantangan tersebut.

"Permasalahannya adalah, ketika tantangan struktural berskala besar dan revolusi teknologi baru justru membutuhkan kerja sama internasional yang lebih erat, sistem tata kelola global malah semakin terfragmentasi," ujar Mumssen.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×