kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Stripe dan Advent Ajukan Akuisisi PayPal Senilai US$53 Miliar


Rabu, 15 Juli 2026 / 21:29 WIB
Stripe dan Advent Ajukan Akuisisi PayPal Senilai US$53 Miliar
ILUSTRASI. Stripe dan Advent ajukan tawaran akuisisi PayPal senilai US$53 miliar. (KONTAN/Muradi)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi pembayaran Stripe bersama firma ekuitas swasta Advent International dikabarkan mengajukan penawaran bersama untuk mengakuisisi PayPal Holdings Inc senilai US$60,50 per saham. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$53 miliar.

Mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, proposal akuisisi diajukan pada awal bulan ini dan didukung oleh komitmen pendanaan dari sejumlah bank senilai sekitar US$50 miliar. Nilai penawaran itu mencerminkan premi sekitar 28% dibandingkan harga penutupan saham PayPal pada Selasa.

Sumber tersebut enggan disebutkan namanya karena pembicaraan masih bersifat rahasia. Pihak PayPal, Stripe, dan Advent International menolak memberikan komentar.

Apabila merger Stripe dan PayPal terealisasi, perusahaan gabungan tersebut akan menjadi pengakuisisi merchant terbesar di dunia. Stripe saat ini mengelola volume pembayaran tahunan sekitar US$1,9 triliun, sementara PayPal memproses hampir US$1,8 triliun.

Secara total, nilai transaksi yang ditangani dapat mencapai sekitar US$3,7 triliun atau setara sekitar 3% dari produk domestik bruto (PDB) global.

Menurut sumber, proposal tersebut merupakan tindak lanjut dari pendekatan awal yang dilakukan pada awal April. Hingga kini, Stripe dan Advent belum menerima tanggapan dari PayPal dan berupaya melanjutkan pembicaraan dalam beberapa pekan mendatang.

Baca Juga: Moody's Pertahankan Rating Israel di Baa1, tetapi Pangkas Proyeksi Pertumbuhan 2026

Dalam skema yang diajukan, Stripe dan Advent akan memiliki PayPal secara bersama-sama dengan porsi kepemilikan yang sama besar, alih-alih memecah perusahaan. Namun, belum ada kepastian bahwa pembicaraan tersebut akan berujung pada kesepakatan.

Kabar ini mendorong saham PayPal melonjak lebih dari 15% pada perdagangan awal.

PayPal Hadapi Persaingan Ketat

Didirikan pada akhir 1990-an, PayPal merupakan salah satu pelopor layanan pembayaran digital. Namun, perusahaan menghadapi persaingan yang semakin ketat seiring meningkatnya penggunaan metode pembayaran alternatif dan menguatnya pangsa pasar pesaing seperti Apple Pay dan Google Pay.

Dalam beberapa tahun terakhir, PayPal bergulat dengan perlambatan pertumbuhan dan meningkatnya persaingan di sektor pembayaran digital. Kondisi tersebut menghapus sebagian besar nilai perusahaan yang sempat melonjak selama pandemi.

Kapitalisasi pasar PayPal pernah mencapai sekitar US$360 miliar pada 2021, tetapi sempat turun hingga sekitar US$36 miliar tahun ini. Dalam 12 bulan terakhir, perusahaan kehilangan lebih dari 40% nilai pasarnya.

Setelah menjabat pada Maret lalu, Chief Executive Officer (CEO) PayPal Enrique Lores memulai program transformasi besar-besaran untuk menyederhanakan operasional perusahaan dan memperkuat fokus pada pertumbuhan.

Pada April, PayPal membagi bisnisnya menjadi tiga unit yang mencakup layanan checkout, layanan keuangan konsumen Venmo, serta unit pembayaran dan aset kripto. Perusahaan juga melakukan sejumlah perubahan di jajaran manajemen.

Meski menawarkan premi yang cukup tinggi, analis William Blair, Andrew Jeffrey, menilai manajemen baru PayPal kemungkinan tidak akan menerima proposal tersebut.

"Kami tidak berpikir CEO baru PayPal kemungkinan akan menerima tawaran yang dapat dipandang terlalu rendah. Jika penawaran saat ini hanya langkah pembuka, kami melihat Stripe dan Advent dapat meningkatkan nilai tawaran hingga US$70 per saham," ujar Jeffrey.

Baca Juga: Pejabat The Fed Yakin Inflasi AS Mulai Mendingin Meski Masih di Atas Target

Potensi Menciptakan Raksasa Pembayaran Digital

Daya tarik strategis dari transaksi ini terletak pada karakteristik bisnis kedua perusahaan yang saling melengkapi. Selama ini, Stripe lebih berfokus pada layanan untuk merchant, sementara PayPal memiliki lebih dari 430 juta akun konsumen serta hubungan langsung dengan pengguna layanan pembayaran dan perbankan.

Analis TD Cowen, Bryan Bergin, mengatakan bahwa layanan konsumen PayPal "dapat menjadi daya tarik untuk mempercepat secara signifikan" upaya Stripe dalam mengembangkan layanan dompet digitalnya.

Menurut Bergin, akuisisi tersebut akan memberikan Stripe akses langsung kepada basis pengguna yang besar dan membuka peluang distribusi layanan keuangan di masa depan, yang belakangan semakin digencarkan oleh PayPal.

Selain itu, Stripe juga akan memperoleh jaringan pembayaran antarpengguna Venmo dan tombol pembayaran PayPal yang telah dikenal luas oleh konsumen.

Gelombang Konsolidasi Industri Pembayaran Global

Jika terealisasi, akuisisi PayPal akan menambah daftar aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di sektor pembayaran global yang tengah berkembang pesat seiring perubahan teknologi keuangan dan meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Perusahaan pembayaran kini semakin aktif mencari skala bisnis yang lebih besar melalui aksi korporasi, sekaligus memperluas eksposur ke segmen yang tumbuh lebih cepat, seperti pembayaran lintas negara dan pembayaran antarbisnis (business-to-business/B2B), di tengah melambatnya pertumbuhan bisnis pemrosesan pembayaran tradisional.

Pada 2025, Global Payments menyepakati akuisisi terhadap pesaingnya, Worldpay, dari FIS dan firma investasi GTCR dalam transaksi kompleks senilai US$24,25 miliar. Dalam kesepakatan tersebut, GTCR melepas kepemilikan sebesar 55%, sementara FIS menjual sisa sahamnya sebesar 45%.

Industri pembayaran juga diramaikan oleh sejumlah transaksi lain, termasuk akuisisi Payoneer Global oleh perusahaan pembayaran asal Kanada, Nuvei, senilai US$2,75 miliar. Nuvei sendiri didukung oleh Advent International dan beberapa firma investasi lainnya.

Sementara itu, Mastercard dilaporkan tengah menjajaki penjualan sebagian besar saham anak usaha pembayarannya di Inggris, Vocalink, kembali kepada bank-bank Inggris. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kekhawatiran terkait kepemilikan aset strategis oleh perusahaan Amerika Serikat.

Baca Juga: Harga Produsen AS Tak Terduga Turun pada Juni, Sinyal Inflasi Mulai Mereda

Kinerja dan Prospek Stripe serta PayPal

Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan PayPal tumbuh 7% menjadi US$8,35 miliar, melampaui estimasi rata-rata analis sebesar US$8,05 miliar. Dengan memperhitungkan dampak nilai tukar, total volume pembayaran perusahaan meningkat 8% secara tahunan menjadi sekitar US$464 miliar.

Pada Mei, Enrique Lores mengungkapkan rencana memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menyederhanakan operasional perusahaan dan menghilangkan duplikasi dalam struktur tenaga kerja. Meski demikian, ia belum merinci implementasi kebijakan tersebut.

PayPal menyatakan berbagai inisiatif efisiensi itu diperkirakan dapat menghemat biaya sekitar US$1,5 miliar dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Dana hasil penghematan tersebut akan diinvestasikan kembali untuk mendorong pertumbuhan baru.

Di sisi lain, Stripe yang masih berstatus perusahaan tertutup merupakan salah satu perusahaan paling bernilai di industri pembayaran. Dalam penawaran saham kepada karyawan dan pemegang saham pada Februari, valuasi Stripe mencapai US$159 miliar, melonjak lebih dari 70% dibandingkan transaksi serupa setahun sebelumnya.

Stripe didirikan oleh kakak beradik John Collison dan Patrick Collison pada 2010. Perusahaan ini menyediakan layanan bagi pelaku usaha untuk menerima pembayaran, melakukan pencairan dana, serta mengotomatisasi berbagai proses keuangan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×