Rusia Menggelar Simulasi Serangan Rudal Berkemampuan Nuklir di Tengah Perang Ukraina

Kamis, 05 Mei 2022 | 13:25 WIB Sumber: The Straits Times
Rusia Menggelar Simulasi Serangan Rudal Berkemampuan Nuklir di Tengah Perang Ukraina

ILUSTRASI. Sistem rudal permukaan-ke-udara Pantsyr buatan Rusia.


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Militer Rusia pada hari Rabu (4/5) melaporkan bahwa pasukannya telah melakukan simulasi serangan rudal berkemampuan nuklir selama operasinya di Ukraina. Simulasi dilakukan di daerah kantong barat Kaliningrad, Rusia.

Dilansir dari The Straits Times, militer Rusia mempraktekkan simulasi "peluncuran elektronik" dari sistem rudal balistik bergerak Iskander yang berkemampuan nuklir. Latihan tempur di tengah perang ini dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Pertahanan Rusia melalui sebuah pernyataan.

Pihak kementerian menjelaskan bahwa pasukan Rusia mempraktikkan serangan tunggal dan ganda pada beberapa target berbeda, seperti tiruan peluncur rudal, lapangan terbang, infrastruktur yang dilindungi, peralatan militer, dan pos komando.

Baca Juga: Putin: Intervensi Barat di Ukraina akan Militer Rusia Respons Secepat Kilat

Target yang digunakan selama simulasi disebut hanya tiruan yang dibuat khusus oleh pihak militer Rusia.

Setelah peluncuran elektronik dilakukan, pasukan militer kemudian melaksanakan manuver untuk mengubah posisi mereka untuk menghindari kemungkinan serangan balasan.

Latihan tempur yang melibatkan lebih dari 100 prajurit itu juga menggelar simulasi tindakan dalam kondisi radiasi dan kontaminasi bahan kimia.

Baca Juga: Menlu Rusia Sebut Risiko Perang Nuklir di Ukraina Semakin Besar dan Nyata

Rusia memang telah menempatkan pasukan nuklirnya dalam keadaan siaga tinggi tidak lama setelah invasi dimulai pada 24 Februari lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan adanya balasan secepat kilat jika negara-negara Barat pada akhirnya melakukan campur tangan secara langsung dalam konfliknya dengan Ukraina.

Baik Rusia maupun Ukraina dan para pendukungnya mulai mengkhawatirkan adanya perang nuklir jika konflik tak kunjung usai. Namun, kedua pihak juga sama-sama menegaskan akan menghindari senjata nuklir selama perang.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru