Rusia: Pasukan Ukraina yang Menyerah di Mariupol Bertambah Hampir 700 Orang

Kamis, 19 Mei 2022 | 10:11 WIB Sumber: Reuters
Rusia: Pasukan Ukraina yang Menyerah di Mariupol Bertambah Hampir 700 Orang

ILUSTRASI. Pasukan Ukraina yang telah menyerah setelah berminggu-minggu bersembunyi di pabrik baja Azovstal dibawa fasilitas penahanan di pemukiman Olenivka di Wilayah Donetsk, Ukraina 17 Mei 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko


KONTAN.CO.ID - MARIUPOL. Rusia melaporkan ada 694 pasukan Ukraina lainnya yang telah menyerahkan diri di Mariupol pada hari Rabu (18/5). Dengan ini, jumlah pasukan Ukraina yang telah menyerah di kawasan tersebut mencapai 959 orang.

Dilansir dari Reuters, Kementerian Pertahanan Rusia memastikan bahwa semua pasukan yang menyerah telah menerima perawatan yang layak di rumah sakit.

Ukraina pun telah mengkonfirmasi ada lebih dari 250 pejuangnya yang menyerah pada hari Selasa (17/5), namun tidak mengatakan ada berapa banyak sisa pasukan yang masih bertahan.

Baca Juga: Akhirnya, Hampir 1.000 Tentara Ukraina yang Bertahan di Pabrik Baja Mariupol Menyerah

Sementara itu, kantor berita lokal DNA melaporkan bahwa komandan tinggi pasukan Ukraina masih bertahan di pabrik baja Azovstal yang ada di kota tersebut.

Mariupol merupakan kota terbesar yang telah direbut Rusia sejauh ini. Dengan pencapaian ini, Presiden Rusia Vladimir Putin bisa saja mengklaim kemenangannya dalam invasi yang telah berlangsung sejak 24 Februari lalu.

Setelah menarik diri dari Kiev, pasukan Rusia kini lebih fokus di timur dan tenggara, terutama di sekitar wilayah Donbas yang cenderung memihak Rusia.

Baca Juga: Rusia: Kami Tidak akan Menyerang Terlebih Dahulu dengan Senjata Nuklir

Perebutan Mariupol yang merupakan kawasan pelabuhan utama Donbas telah memberi Rusia kendali penuh atas Laut Azov dan wilayah panjang yang membentang di timur dan selatan Ukraina.

Penasihat presiden Ukraina, Oleksiy Arestovych, mengatakan pasukan mereka telah meledakkan rel kereta untuk menahan mobilisasi pasukan Rusia ke kota Malitopol di wilayah selatan.

Dalam pernyataannya, Arestovych mengatakan bahwa langkah itu telah secara efektif menghambat laju pasukan Rusia.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru