kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.020   -37,00   -0,20%
  • IDX 5.127   130,44   2,61%
  • KOMPAS100 655   24,01   3,81%
  • LQ45 510   21,57   4,42%
  • ISSI 176   3,73   2,17%
  • IDX30 287   13,39   4,90%
  • IDXHIDIV20 377   20,32   5,69%
  • IDX80 75   2,90   4,01%
  • IDXV30 106   4,88   4,84%
  • IDXQ30 95   5,39   6,01%

Rusia Sebut Hizbullah Masih Terorganisasi Meski Terus Digempur Israel


Rabu, 09 Oktober 2024 / 20:54 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menghadiri jumpa pers di Moskow, Rusia, dalam file foto tertanggal 6 Oktober 2015. REUTERS/Maxim Shemetov


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  MOSKOW. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Hizbullah tetap terorganisasi dan tidak kehilangan rantai komandonya, meskipun telah terjadi serangan oleh Israel. 

Juru bicara kementerian, Maria Zakharova, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers pada hari Rabu, menekankan bahwa serangan Israel bertujuan untuk memicu konflik bersenjata di Timur Tengah.

Baca Juga: Netanyahu Tebar Ancaman: Lebanon Bisa Bernasib Seperti Gaza

“Menurut penilaian kami, Hizbullah, termasuk sayap militernya, menunjukkan organisasinya dan belum kehilangan rantai komandonya,” ujar Zakharova.

Zakharova juga mengkritik negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat dan Inggris, yang dianggapnya berkontribusi pada konflik di Timur Tengah. 

Ia menuduh mereka menunjukkan kemunafikan dengan memberikan dukungan kepada Israel, yang telah menyebabkan banyak korban sipil di Lebanon.

Hizbullah didirikan oleh Garda Revolusi Iran pada awal 1980-an untuk melawan Israel dan kini berfungsi sebagai gerakan sosial, agama, dan politik utama bagi komunitas Muslim Syiah di Lebanon.

Baca Juga: Penurunan Harga Minyak Tertahan Badai Milton

Selain itu, Rusia mengecam serangan Israel terhadap Suriah, di mana Zakharova menyatakan bahwa Israel telah melanggar kedaulatan Suriah dengan meluncurkan serangan rudal ke gedung apartemen di area padat penduduk di Damaskus. 

Ia menyebut tindakan ini sebagai praktik rutin yang diterapkan Israel di Suriah, Lebanon, dan Jalur Gaza, serta menunjukkan keinginan Israel untuk memperluas geografi eskalasi bersenjata di wilayah tersebut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×