Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Rusia pasca-Soviet belum melakukan uji coba nuklir. Uni Soviet terakhir kali menguji pada tahun 1990, dan Amerika Serikat pada tahun 1992. Tidak ada negara kecuali Korea Utara yang telah melakukan uji coba yang melibatkan ledakan nuklir pada abad ini.
Ryabkov mengatakan Moskow khawatir dengan laporan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana segera untuk menarik sistem rudal jarak menengah yang ditempatkan di Filipina. Rusia, katanya, sedang mempertimbangkan tanggapannya - termasuk di bidang militer.
Uji coba nuklir?
Perang Ukraina yang berlangsung selama 2,5 tahun telah menyebabkan konfrontasi terburuk antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962 - yang dianggap sebagai masa ketika kedua negara adidaya Perang Dingin itu hampir saja melakukan perang nuklir yang disengaja.
Setelah krisis Kuba, Presiden AS saat itu John F. Kennedy dan pemimpin Soviet Nikita Khrushchev menjajaki gagasan pelarangan uji coba nuklir.
Pada tahun 2023, Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi mencabut ratifikasi Rusia atas Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT), yang membuat Rusia sejalan dengan Amerika Serikat.
Baca Juga: Kim Jong Un Bersumpah Meningkatkan Persenjataan Nuklir Secara Eksponensial
Dimulainya kembali pengujian akan mengantar pada era nuklir baru yang genting, tepat saat Rusia, Amerika Serikat, dan China berlomba-lomba memodernisasi senjata nuklir mereka.
Washington menganggap Rusia dan China sebagai ancaman terbesar bagi negara-bangsa.
Beijing dan Moskow, yang telah mempererat kemitraan mereka selama perang Ukraina, menganggap Amerika Serikat sebagai negara adikuasa yang sedang merosot dan telah menebarkan kekacauan di seluruh dunia.
Uni Soviet mengejutkan Barat dengan menguji bom nuklir pertamanya pada tahun 1949 di Kazakhstan. AS membuka era nuklir pada bulan Juli 1945 dengan menguji bom nuklir seberat 20 kiloton di Alamogordo, New Mexico, kemudian menjatuhkan bom atom di kota-kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki sebulan kemudian untuk mengakhiri Perang Dunia Kedua.
Bagi banyak ilmuwan dan pegiat, luasnya pengujian bom nuklir selama Perang Dingin menunjukkan kebodohan dari taktik nuklir yang berbahaya, yang pada akhirnya dapat menghancurkan umat manusia dan mencemari planet ini selama ratusan ribu tahun.