kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.791   2,00   0,01%
  • IDX 8.980   4,90   0,05%
  • KOMPAS100 1.240   -4,48   -0,36%
  • LQ45 876   -6,31   -0,72%
  • ISSI 331   0,57   0,17%
  • IDX30 444   -6,39   -1,42%
  • IDXHIDIV20 519   -14,10   -2,64%
  • IDX80 138   -0,67   -0,49%
  • IDXV30 144   -3,64   -2,47%
  • IDXQ30 142   -2,84   -1,95%

Saham Asuransi Kesehatan Anjlok Usai Pemerintahan Trump Usulkan Kenaikan Tarif


Selasa, 27 Januari 2026 / 20:27 WIB
Saham Asuransi Kesehatan Anjlok Usai Pemerintahan Trump Usulkan Kenaikan Tarif
ILUSTRASI. Usulan kenaikan tarif Medicare Advantage yang minim mengejutkan Wall Street. Temukan bagaimana ini bisa memaksa perusahaan pangkas manfaat atau keluar pasar. (Grace Hollars/USA TODAY via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.Co.ID - JAKARTA. Saham perusahaan asuransi kesehatan Amerika Serikat merosot tajam pada perdagangan prapasar Selasa (27/1/2026) setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengusulkan kenaikan tarif pembayaran program Medicare Advantage tahun 2027 yang jauh lebih kecil dari ekspektasi pasar.

Saham UnitedHealth Group (UNH) turun sekitar 8%, CVS Health melemah 9%, sementara Humana (HUM) ambles hampir 14% dalam perdagangan prapasar.

Penurunan ini dipicu oleh pengumuman dari Centers for Medicare and Medicaid Services (CMS) yang menyatakan bahwa tarif pembayaran Medicare Advantage pada 2027 hanya akan naik 0,09%, setara dengan tambahan pembayaran sekitar US$700 juta. Angka ini jauh di bawah ekspektasi analis yang sebelumnya memperkirakan kenaikan bisa mencapai hingga 6%.

Tekanan Margin Perusahaan Asuransi

Analis Baird, Michael Ha, menilai kenaikan yang sangat tipis tersebut tidak akan cukup untuk mengimbangi tren kenaikan biaya medis yang dihadapi perusahaan asuransi.

“Secara sederhana, potensi kenaikan tarif ini dibandingkan tren biaya kemungkinan tidak mencukupi, sehingga perusahaan harus melakukan pengurangan manfaat atau bahkan keluar dari beberapa pasar untuk menjaga margin pada 2027,” ujar Ha.

Baca Juga: Badai Musim Dingin Lumpuhkan Perjalanan di AS, Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Perusahaan seperti UnitedHealth, CVS, dan Humana merupakan pemain utama dalam penyediaan paket Medicare Advantage untuk lansia. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka menghadapi lonjakan biaya medis yang signifikan, terutama pascapandemi.

Di Bawah Ekspektasi Pasar

Analis Mizuho, Ann Hynes, menyebut usulan tarif ini berada di bawah ekspektasi analis dan pelaku pasar (Wall Street).

“Angka ini lebih rendah dari perkiraan kami dan pasar. Kami menilai implementasi aturan ini kemungkinan akan menunda pertumbuhan laba yang selama ini diharapkan dari perusahaan dengan eksposur besar di Medicare Advantage,” kata Hynes.

Tarif Medicare Advantage biasanya difinalisasi pada awal April. Namun, analis Leerink, Whit Mayo, menyatakan bahwa usulan awal kali ini jauh di bawah ekspektasi.

“Biasanya usulan awal lebih baik saat ditetapkan dalam keputusan final, dan faktor politik bisa saja berperan. Namun, pembaruan kali ini jelas jauh dari harapan,” ujar Mayo.

Ia juga menambahkan bahwa waktu pengumuman yang dirilis menjelang laporan kinerja UnitedHealth bukanlah sebuah kebetulan.

Sorotan ke Laporan Keuangan UnitedHealth

UnitedHealth, yang menjadi barometer utama industri asuransi kesehatan AS, dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal keempat pada hari yang sama. Investor di Wall Street diperkirakan akan mencermati dampak usulan tarif Medicare Advantage ini terhadap prospek kinerja perusahaan ke depan.

Baca Juga: Pesanan Barang Modal Inti AS Lampaui Ekspektasi pada November 2025

Pemerintah AS menyatakan bahwa pembaruan tarif ini mencerminkan tren biaya kesehatan yang mendasari, peringkat kualitas layanan tahun 2026, serta perubahan pada model penyesuaian risiko (risk adjustment). Dalam model ini, perusahaan asuransi akan menerima pembayaran lebih besar jika peserta yang mereka tangani memiliki kondisi kesehatan lebih berat.

Meski demikian, pelaku pasar menilai pendekatan tersebut belum cukup untuk mengimbangi lonjakan biaya layanan kesehatan yang kini membebani industri.

Sentimen Negatif untuk Sektor Asuransi Kesehatan

Dengan ekspektasi kenaikan tarif yang jauh lebih tinggi sebelumnya, usulan kenaikan tipis ini memicu kekhawatiran bahwa profitabilitas sektor asuransi kesehatan, khususnya yang bergantung pada Medicare Advantage, akan menghadapi tekanan berat dalam beberapa tahun mendatang.

Kondisi ini membuat saham-saham asuransi kesehatan berada di bawah tekanan signifikan, sekaligus menambah ketidakpastian prospek sektor tersebut di tengah kebijakan kesehatan pemerintahan Trump.

Selanjutnya: Uni-Charm Indonesia (UCID) Gelar RUPSLB, Angkat Yasutaka Nishioka Jadi Presdir Baru

Menarik Dibaca: Hujan Sejak Dini Hari, Simak Prakiraan BMKG Cuaca Besok (28/1) di Jakarta


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×