kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Saham-saham Asia Rontok , Terdampak Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga


Selasa, 10 Mei 2022 / 09:26 WIB
Saham-saham Asia Rontok , Terdampak Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga
ILUSTRASI. Bursa Asia. REUTERS/Issei Kato


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Beberapa saham Asia jatuh ke level terendah dalam hampir dua tahun pada hari Selasa (10/5) karena investor melepaskan aset berisiko di tengah kekhawatiran tentang suku bunga yang lebih tinggi dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

Bank sentral di Amerika Serikat, Inggris dan Australia menaikkan suku bunga pekan lalu dan investor bersiap untuk pengetatan lebih karena pembuat kebijakan memerangi inflasi yang melonjak.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,8%, jatuh untuk sesi ketujuh berturut-turut dan memperpanjang penurunan hingga 17% sepanjang tahun ini.

Di seluruh Asia, indeks saham kompak memerah. Nikkei kehilangan 0,9%, saham Australia turun 2,5% dan saham Korea kehilangan 2%. Saham berjangka S&P 500 dan Dow Jones berjangka keduanya turun 0,5% dan Nasdaq berjangka turun 0,6%.

Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Terseret Anjloknya Wall Street

Dalam laporannya, analis ANZ mengungkapkan bahwa gagasan terkait siklus pengetatan yang ramah dan lembut nyatanya tak terjadi dengan kenaikan suku bunga dari beberapa bank sentral.

"Kenyataannya adalah bahwa The Fed tidak dapat mengendalikan sisi penawaran ekonomi dalam jangka pendek, selama indikator utama seperti tingkat partisipasi angkatan kerja tetap rendah dan ekspor China melambat, risiko inflasi, dan oleh karena itu suku bunga mengarah ke atas," kata ANZ dikutip dari Reuters, Selasa (10/5)

Semalam, saham AS memperpanjang aksi jual Jumat karena investor bergegas untuk melindungi diri mereka sendiri terhadap prospek melemahnya ekonomi.

Harga minyak bergerak lebih rendah pada hari Selasa di tengah kekhawatiran permintaan karena penguncian virus corona di China, importir minyak utama, berlanjut. Minyak mentah Brent tergelincir 0,5% menjadi $105,4 per barel setelah jatuh 5,7% pada hari Senin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×