kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.199   149,00   0,83%
  • IDX 5.434   -160,46   -2,87%
  • KOMPAS100 717   -19,64   -2,67%
  • LQ45 542   -15,43   -2,77%
  • ISSI 188   -6,20   -3,19%
  • IDX30 307   -9,38   -2,97%
  • IDXHIDIV20 380   -11,94   -3,05%
  • IDX80 82   -2,17   -2,59%
  • IDXV30 105   -1,97   -1,85%
  • IDXQ30 99   -3,68   -3,60%

Saham Tesla Terus Turun, Elon Musk Bukan Lagi Orang Terkaya Dunia


Jumat, 16 Desember 2022 / 10:33 WIB
ILUSTRASI. Saham Tesla Terus Turun, Elon Musk Bukan Lagi Orang Terkaya Dunia


Sumber: CNN,Forbes,Reuters | Editor: Noverius Laoli

Tesla juga menghadapi hambatan ekonomi makro yang membebani permintaan akan mobil mahalnya. Perusahaan menawarkan diskon di Amerika Serikat dan China, dua pasar terbesarnya, untuk meningkatkan permintaan.

Musk mengatakan pada hari Selasa bahwa "Tesla akan hebat dalam jangka panjang, tetapi tidak mengendalikan pasang ekonomi makro."

Jual Saham Tiga Hari Berturut-turut

Melansir CNN, Elon Musk menjual 22 juta saham Tesla dan mendapatkan US$ 3,6 miliar dari penjualan tersebut.

CNN mencatat Musk menjual saham tersebut pada Senin, Selasa, dan Rabu pekan ini. Penjualan tersebut diungkapkan dalam pengajuan SEC Rabu malam.

Baca Juga: Twitter Luncurkan Twitter Blue Terbaru, Pengguna Apple Bakal Bayar Lebih Mahal

Sejauh ini, Musk tidak mengungkapkan alasan penjualan dalam pengajuan tersebut. 

Itu adalah penjualan saham Tesla pertamanya sejak awal November, ketika dia menjual 19,5 juta saham tak lama setelah menutup pembeliannya di Twitter.

Sebelum Musk pertama kali memulai usahanya untuk membeli Twitter, dia jarang menjual saham Tesla. Biasanya penjualannya terkait dengan apa yang dia perlu jual untuk membayar pajak yang harus dia bayar atas pelaksanaan opsi.

Tetapi sejak pertama kali mengumumkan rencana untuk membeli Twitter pada bulan April, dia telah menjual saham Tesla senilai US$ 22,9 miliar.

Penjualan saham tersebut, dan besarnya perhatiannya yang terfokus pada Twitter, telah membuat khawatir para pemegang saham dan analis Tesla.




TERBARU

[X]
×