kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Saudi melaporkan kematian pertama akibat corona, Uni Emirat Arab bersiap lockdown


Selasa, 24 Maret 2020 / 21:11 WIB
Saudi melaporkan kematian pertama akibat corona, Uni Emirat Arab bersiap lockdown
ILUSTRASI. Arab Saudi melaporkan kematian pertama akibat virus corona, Selasa (24/3)

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Arab Saudi melaporkan kematian pertama akibat virus corona, Selasa (24/3). Korban pertama adalah seorang warga Afghanistan berusia 51 tahun. Sementara itu, bandara utama Uni Emirat Arab (UEA) di Dubai dan Abu Dhabi mengatakan akan menghentikan sementara semua penerbangan penumpang mulai Kamis (26/3).

Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi Mohammed Abdelali mengatakan pada konferensi pers yang disiarkan televisi bahwa kematian terjadi pada Senin malam di Madinah. Kesehatan pria itu memburuk dengan cepat setelah melapor ke ruang gawat darurat.

Kerajaan Saudi mengambil langkah-langkah drastis sejak awal untuk mengatasi penyebaran virus corona, termasuk menghentikan penerbangan internasional, menghentikan umrah sepanjang tahun, menutup masjid, sekolah, mal dan restoran, dan memberlakukan jam malam.

Baca Juga: WHO sebut Amerika Serikat berpotensi jadi pusat episentrum virus corona baru

Saudi mencatat 205 infeksi baru pada hari Selasa. Tambahan kasus ini menjadikan total di Dewan Koordinasi Teluk beranggotakan enam negara menjadi lebih dari 2.100. Kasus ini kebanyakan di Arab Saudi dan Qatar. Enam orang tewas: tiga di Bahrain, dua di UEA dan yang terbaru di Arab Saudi.

Kantor berita KUNA melaporkan bahwa Kuwait, yang juga memberlakukan jam malam, menangkap dan akan mendeportasi sembilan ekspatriat karena melanggar jam malam.

UEA, pusat pariwisata dan bisnis di kawasan itu dan pusat transit udara utama, telah mengikuti langkah-langkah negara Teluk Arab lain dalam upaya mengekang penyebaran virus. UEA mendesak orang untuk tinggal di rumah, tetapi tidak mengumumkan jam malam resmi atau menangguhkan pekerjaan.

UEA yang memiliki 198 infeksi, mengatakan Senin pagi bahwa mereka akan menangguhkan semua penerbangan penumpang setelah 48 jam dan menutup mal, pusat komersial, restoran, kafe, dan pasar makanan ritel terbuka selama dua minggu mulai Rabu (25/4).

Baca Juga: Pemimpin G20 akan mengadakan konferensi video Kamis ini, apa yang dibahas?

Namun pengumuman terbaru dari Bandara Dubai dan Bandara Abu Dhabi mengatakan penghentian penerbangan penumpang, termasuk penerbangan transit, akan dimulai pada pukul 11:59 malam waktu setempat pada hari Kamis. Penerbangan evakuasi dan layanan kargo terus berlanjut.

Maskapai besar Emirates dan Etihad Airways akan menghentikan penerbangan penumpang pada hari Rabu dan untuk sementara memotong upah staf.

Penangguhan tersebut kemungkinan akan menambah tekanan ekonomi pada Dubai yang tidak memiliki kekayaan minyak dan gas.

Beberapa toko di mal di Dubai yang merupakan tujuan belanja regional utama, ditutup menjelang tenggat waktu penutupan Rabu. "Ini adalah masalah global. Saya tidak tahu mengapa mereka belum tutup (sebelumnya)," kata seorang karyawan.

Oman, dengan 84 kasus virus corona, mengumumkan penangguhan semua penerbangan domestik dan internasional pada 29 Maret, kecuali operasi kargo dan penerbangan ke Musandam, sebuah kantong Oman di dalam UEA.



TERBARU

[X]
×