kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Sedih, dokter di AS bunuh diri diduga stres hadapi wabah corona


Rabu, 29 April 2020 / 16:25 WIB
Sedih, dokter di AS bunuh diri diduga stres hadapi wabah corona
ILUSTRASI. Warga berjalan di bawah bendera Amerika Serikat di Pantai Coney Island saat wabah virus corona (COVID-19), di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

William Jaquis, Presiden American College of Emergency Physicians, di mana Breen menjadi anggotanya, menyatakan, kematian Breen adalah pengingat tragis dari penderitaan yang banyak petugas kesehatan alami.

"Kemustahilan situasi di banyak rumahsakit kami membuat kami sangat terluka," ujar Jaquis dalam pernyataan di situs American College of Emergency Physicians seperti Channelnewsasia.com lansir. 

"Saya hanya bisa membayangkan untuk Dr. Breen lebih dari yang bisa dia tanggung, bukan karena kelemahan, tetapi karena kekuatan belas kasihnya," ucap dia.

Baca Juga: Virus corona lebih dominan berdampak ke pria ketimbang wanita, kenapa?

Rumahsakit Allen-Presbyterian New York menyebut Breen sebagai "pahlawan yang membawa cita-cita tertinggi kedokteran ke garis depan yang menantang di departemen gawat darurat".

Lebih dari 17.300 orang meninggal akibat virus corona di seluruh Negara Bagian New York, pusat penyebaran Covid-19 di Amerika Serikat.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×